Sawahnya Tidak Kebagian Air, Petani di Sabak Auh Sering Ribut, Alfedri: Solusinya akan Kita Carikan

banner 468x60

SIAK – Panen raya padi yang kedua kalinya di Kecamatan Sabak Auh langsung dihadiri oleh Bupati Siak Alfedri. Pada akhir Juli lalu di Kampung Laksamana dan kali ini di Kampung Belading. Dari luas 370 hektar, sudah dipanen sekitar 75 persen atau sekitar 270 hektar.

banner 400x400

Muhammad Idris sebagai Penghulu Kampung Belading mengaku panen raya bersamanBupati Siak Alfedri sudah lama direncakan. Namun tertunda beberaa kali karena aktivitas pekerjaan orang nomor 1 di Kabupaten Siak itu sangat padat.

“Kami bersyukur untuk panen kali ini pak Bupati dapat hadir. Sebab semalam kami dapat informasi, pak Bupati masih berada di Jakarta. Rupanya pagi ini ada bersama-sama kami di tengah sawah yang akan dipanen padinya,” kata Penghulu, Selasa (11/8/2020).

Sebagai centra padi kedua setelah Bungaraya, kata Idris, fasilitas pertanian padi masih minim. Selain alat pertaniannya, infrastruktur jalan ke sawah dan irigasinya juga perlu peningkatan dan perbaikan.

“Pada umumnya hasil panen petani padi itu 6 sampai 8 ton per hektar. Kalau jalannya rusak, susah juga mengangkut gabah keluar. Begitu juga, jika airnya terbatas, sawah akan kering di musim panas,” kata Penghulu.

Selama ini, kata Idris yang sebentar lagi akan berakhir masa jabatannya sebagai penghulu, sudah ada 4 Pompa untuk mengalirkan air ke sawah petani. Namun yang dapat dipakai hanya 2 pompa saja. Hal itu dikarenakan daya listrik tidak sanggup untuk menghidupkan pompa air tersebut secara bersamaan.

“Sementara dengan waktu yang hanya 2 jam dan sawah yang luasnya ribuan hektar, jelas tidak akan mampu mengalirkan air ke seluruh sawah. Bahkan petani sering ribut karena masalah ini. Untuk itu, besar harapan kami dari Dinas terkait dapat membantu mencarikan solusinya,” kata Idris.

Ditambahkan juga oleh Santoso, perwakilan petani di Belading, permasalahan irigasi ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas padi. Jika keempat pompa dapat difungsikan sebelum bulan Oktober, ini jelas akan sangat membantu petani padi.

“Kami bersyukur tidak dipungut biaya dari irigasi yang pernah dibuat oleh Dinas PU Tarukim Siak beberapa waktu lalu. Namun kondisinya kini jumlah sawah terus meningkat dan jika tidak hujan, maka air hanya bisa dipompa selama 2 jam. Ini yang membuat petani sering ribut,” kata Santoso.

Bupati Siak Alfedri menyebutkan masalah irigasi yang disampaikan petani ini akan dicarikan solusinya oleh Kepala Dinas PU Tarukim Siak, Irving Kahar.

“Kadis PU kita itu S2 nya di India, jadi nanti ini akan segera dicarikan solusinya. Apa yang menjadi keinginan masyarakat, itu tentunya akan menjadi perhatian kami juga untuk mewujudkannya. Apakah nanti di sana perlu normalisasi atau membuat penampungan air yang lebih luas, biar nanti dikaji ulang dulu,” sebut Alfedri.

Selanjutnya Bupati Siak, Alfedri bersama Camat Sabak Auh Tengku Mukhtasar, Sekretaris Dinas Pertanian, Penghulu Belading dan sejumlah Upika Sabak Auh turun ke sawah untuk menyabit padi. Penghujung acara Bupati Alfedri juga mengemudikan mesin untuk memanen padi.

Jenis padi yang ditanam oleh petani di Belading hampir sama dengan petani di Laksamana, yaitu Inpari, Sertani, Logawa dan Anak Dara. Sejak ada pembangunan irigasi dari Dinas PU Tarukim Siak, petani di Sabak Auh sudah menanam IP 200 atau setahun 2 kali panen.

banner 970x250