Dipimpin Zul Irfan, PPII Riau Resmi Terbentuk, Anggotanya Mulai dari Guru, Dosen Hingga Pemerhati

PEKANBARU – Setelah dibentuk di beberapa provinsi, Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII) Riau akhirnya resmi terbentuk di Provinsi Riau dan dilantik pada Selasa (29/9/2020) melalui virtual meeting.

PPII sendiri diketuai oleh Mantan Ketua Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau, Dr.Zulirfan, M Si.

Zul Irfan merupakan lulusan Fisika FMIPA Unri tahun 1994, kemudian melanjutkan Magister jurusan yang sama di Institut Pertanian Bogor (IPB) 2001, kemudian terakhir Doktoral Pendidikan Sains di Universiti Kebangsaan Malaysia lulus tahun 2017.

Zul Irfan pernah jadi guru mata pelajaran Fisika di SMA An-Nur, SMP dan SMA Cendana Rumbai, kemudian menjadi dosen di Pendidikan Fisika FKIP Unri. Sambil mengajar di kampus, Zul Irfan jug sempat menjadi konsultan peningkatan mutu IPA di Science Education Quality Improvement Project (SEQIP).

SEQIP merupakan kerjasama antara Jerman dan Pemerintah Pusat dalam meningkatkan mutu pendidikan mata pelajaran Fisika. 

Kemudian Zul juga sudah pernah menjabat sebagai Kepala Program Studi Pendidikan Fisika FKIP, lalu menjadi Wakil Dekan FKIP bidang akademik dua periode sampai tahun 2019 lalu.

Pembentukan PPII Wilayah Riau ini dipelopori oleh Program Studi Pendidikan IPA di UIN Suska, Magister Pendidikan IPA UNRI, dan Pendidikan IPA UMRI, serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA di Riau.

Kepada GoRiau.com, Zul Irfan mengatakan, PPII merupakan tempat berhimpunnya para pendidik di bidang IPA mulai dari Guru, Dosen hingga para pemerhati IPA.

“Tujuannya untuk menuangkan pemikiran yang kreatif dan inovatif dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan IPA secara umum nasional dan khususnya Riau. Kalau mau meningkatkan mutu, tentu kita harus meningkatkan sumber dayanya,” ujar Zul Irfan, Selasa (29/9/2020).

PPII, jelasnya, menjadi tempat para pendidik IPA untuk saling berbagi ilmu, dimana dosen memberikan ilmu pada guru berupa konsep dan guru membagikan pengalamannya di lapangan. Artinya, ada kolaborasi antar semua pihak.

Tujuan akhir dari PPII ini, nantinya akan memberikan dampak berupa peningkatan kompetensi sumber daya manusia, para guru bisa naik pangkat karena semua anggota akan melakukan penelitian secara bersama dan mempublikasikan karya ilmiah tersebut.

Zul Irfan juga akan mewacanakan adanya pertemuan rutin baik yang bisa diikuti oleh para anggota PPII dari semua kecamatan yang ada di Riau dengan memanfaatkan teknologi dalam jaringan (daring).

“Sekarang kan kecenderungan komunikasi lewat Daring, jadi kita bisa menjangkau sampai ke kecamatan. Jadi kita fokus di provinsi dulu, semua hal tentang pendidikan IPA akan kita share dengan memanfaatkan teknologi, termasuk membuat wadah untuk menampung jurnal para anggota,” tutupnya.