SIAK – APBD Siak tahun 2021 sudah disahkan, Rp1.797.373.750.850 Senin (30/11/2020) lalu. Angkanya jauh menurun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya setelah Perubahan Rp2,4 Triliun.
Ketua DPRD Siak, Azmi mengatakan pihaknya sudah ketuk palu pengesahan APBD Siak. “Sudah, Senin kemarin disahkan,” Kata Ketua DPRD Siak, H Azmi, Kamis (3/12/2020).
Dijelaskan Azmi, penurunan APBD itu akan mempengaruhi program pembangunan di Kabupaten Siak.
Menurutnya, pemerintah daerah harus persiapkan langkah dalam pemanfaatan anggaran tersebut secara maksimal dan tepat sasaran.
” Terutama adalah dalam hal peningkatan ekonomi masyarakat, pendidikan, dan kesehatan, ini pokok sekali,” kata politisi asal Partai Golkar itu.
Merosotnya APBD Siak, jelas Azmi, banyak penyebabnya seperti karena DBH yang merosot, retribusi dan pajak lain juga menurun akibat pandemi covid-19.
Azmi tegaskan, pemerintah tidak lagi larut dan hanyut persoalan covid-19 saja. Pemda harus siapkan langkah dan solusi bagaimana membangkitkan ekonomi.
” Pemda harus mencari solusi bagaimana mendongkrak pendapatan bisa naik kembali, sebab Siak sangat banyak potensi yang sumber dari PAD, salah satunya BUMD yang harus ditertibkan kembali dalam pengelolaannya,” jelasnya.
Azmi meminta, bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang hanya bisa menghabiskan anggaran lebih baik ditutup atau dimerger saja.
” Kalau BUMD hanya bisa menghabiskan duit Rakyat dan tak ada kontribusi dan tidak bisa dibina ya ditutup saja atau dimerger. Hal ini solusi yang harus pemerintah pikirkan dan dilaksanakan,” tegas Azmi.










