Waduh, KPU Kuansing Undang Orang yang Sudah Meninggal untuk Nyoblos 9 Desember 2020

banner 468x60

TELUKKUANTAN – Sebagian masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau pada Ahad (6/12/2020) sudah mendapat surat undangan mencoblos Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), 9 Desember 2020.

Dari sekian banyak tersebut, ternyata KPU Kuansing melalui jajarannya mengundang orang yang sudah meninggal. Bahkan, yang diundang tersebut sudah meninggal lebih dari lima tahun.

banner 400x400

Seperti yang diungkap Budi Kuswandi, warga Pasarbaru Pangean. Ia menerima undangan untuk almarhum bapaknya yang bernama Yakub.

Budi pun memposting C Pemberitahuan tersebut di akun facebooknya. Ia menyatakan bapaknya sudah meninggal lebih dari lima tahun, namun masih juga mendapat undangan. Ia pun mengaku bahwa sudah memberitahukan ke petugas saat pendataan.

“Kemaren saya menemukan surat undangan di bawah pintu, ada surat undangan memilih untuk almarhum bapak saya,” ujar Budi kepada GoRiau.com, Senin (6/12/2020) pagi.

Saat petugas datang mengantar undangan, Budi mengaku sedang tidak berada di rumah. Sehingga, undangan diselipkan di bawah pintu.

“Saat pendataan dulu, saya sudah sampaikan ke petugas bahwa bapak saya sudah meninggal lebih dari lima tahun lalu. Saat itu juga, petugas mencoret namanya dari DPS. Sekarang malah keluar lagi,” ujar Budi.

Budi merasa heran. Sebab, pada pelaksanaan Pemilu serentak tahun 2019 silam, bapaknya tidak masuk sebagai DPT.

Dari postingan Budi di facebook, akun Desi Hasmanto berkomentar dengan melampirkan sebuah foto berupa C Pemberitahuan. Mengisyaratkan anggota keluarganya yang telah meninggal juga mendapat undangan memilih pada 9 Desember 2020.

“Pokok lai ado urang mati ukuran tak obe bamasuan,” tulis akun Desi di kolom komentar Budi.

Seseorang sempat berkomentar di postingan Budi, intinya dia menyalahkan Budi yang tak mengurus akte kematian bapaknya.

“Sekarang komentar tersebut sudah hilang. Saya pun tak bisa melihat orangnya. Sepertinya dia sudah blokir saya. Kemaren saya sempat lihat foto-fotonya, dugaan saya dia bekerja di KPU,” tutur Budi.

Setelah surat undangan tersebut viral di media sosial, petugas penyelenggara Pemilu menjemput ke rumah Budi.

“Habis Isya dijemputnya,” ujar Budi.

Sementara itu, Ketua KPU Kuansing Irwan Yuhendi mengakui bahwa PPS tidak memberikan kode bahwa yang bersangkutan sudah meninggal.

“Tidak ada kode meninggal di data tersebut, sehingga kami tak bisa men-TMS-kan. Kode lain yang diberikan,” ujar Irwan.

“Semua tuntas. Prinsipnya, kalau orangnya sudah meninggal, undangan tak diberikan. Macam itu, undangan tak diberikan, hanya saja difoto oleh Budi, kemudian dimasukkannya ke facebook,” terang Budi.

Keterangan yang disampaikan Irwan bertolak belakang dengan apa yang disampaikan Budi. Ketika disampaikan kronologis versi Budi, Irwan tetap menyatakan bahwa undangan tak diberikan.

“Katanya PPK undangan sama mereka, kalau begitu nanti saya hubungi PPK lagi,” ujar Irwan mendengar cerita versi Budi.

Dikatakan Budi, sumber DP4 Pilkada Kuansing berasal dari Kemendagri. Dimana, Disdukcapil update data enam bulan sekali.

“Diharapkan kepada masyarakat untuk mengurus akta kematian, sehingga datanya tidak muncul lagi di DP4,” ujar Irwan.

banner 970x250