Golkar Kalah di Pilkada, Politisi Golkar asal Kampar Ini Ngaku Air Matanya Menetes

banner 468x60

PEKANBARU – Politisi senior Golkar, Masnur mengaku meneteskan air mata melihat kekalahan Golkar di Pilkada Serentak Riau 2020. Ini merupakan kedua kalinya, setelah Golkar sempat hancur di awal masa reformasi.

“Yang kedua kalinya ini saya meneteskan air mata. Riau yang katanya basis Golkar, di mata publik sekarang, saya pernah di tempat gunting rambut dan di warung makan, orang bilang Golkar akan hancur di Riau, saya terenyuh,” kata Masnur yang sudah hampir 30 tahun menjadi kader Golkar, Senin (14/12/2020).

banner 400x400

Mantan Anggota DPRD Riau ini kemudian mencoba mencari penyebab kenapa bisa Golkar bisa roboh dan tumbang di tangan Ketua DPD I Golkar Riau Syamsuar, yang notabenenya adalah Gubernur Riau.

“Pimpinan Golkar kita anggap secara jabatan politik dapat memberi multiplier effect terhadap ketokohan eksekutif untuk kepentingan Partai Golkar,” ujarnya.

Adapun penyebabnya, menurut Masnur adalah kegagalan karena tidak menjadikan Golkar sebagai partai batin, sehingga rasa cinta terhadap partai itu tidak ada. Ini juga membuat friksi-friksi internal semakin menguat.

“Terjadi friksi di Golkar, dan semua itu diketahui DPD I. Kalau ada yang mengatakan terjadi penyakit menahun, itu betul, tapi kenapa dibiarkan DPD I. Penyakitnya adalah karena di Golkar pecah, akibatnya suara Golkar di akar rumput pecah,” tegasnya.

Ia mencontohkan, dimana Rokan Hilir mengusung kadernya, Fuad Ahmad yang berpasangan dengan ketua Demokrat Asri Auzar.

“Jangan dibilang Fuad itu tak tokoh. Tokoh itu. Logistiknya kuat. Asri Auzar Ketua Demokrat, dan Fuad juga mantan ketua, kuat. Tapi apa sebabnya kalah, karena terjadi friksi di Rohil. Karena sebelumnya Fuad itu ketua Golkar, tapi Fuad tak jadi ketua lagi, diangkat orang lain, nah terjadi lagi kelompok lain. Makanya dukungan Golkar di tingkat kader sampai akar rumput terpecah belah,” jelasnya.

Hal serupa, kata Masnur juga terjadi di Siak. Bahkan kata Masnur, kader tak segan-segan yang tak terkonsolidasikan dengan baik jadi pecah dan dukung yang lain.

“Termasuk di Bengkalis, Pelalawan, Inhu. Terjadi konsolidasi tak tuntas, dan DPD I tahu semua,” katanya lagi.

Masnur sepakat jika Pilkada ini hanya ‘antara’ saja, karena pertarungan partai yang sesungguhnya adalah di Pemilihan Legislatif (Pileg), dimana Golkar harus menguasai kursi parlemen di berbagi tingkatan.

“Ini akan berpengaruh ke tahun-tahun berikutnya, tapi ini masih ada hari, mari kita konsolidasi dan evaluasi sehingga Golkar bisa bangkit, saya juga minta teman-teman untuk jangan tertutup dengan kritik, karena kritik adalah bahan diskusi untuk membangun Golkar kedepannya,” tutupnya.

banner 970x250