PEKANBARU – Penyidik Ditreskrimsus Polda Riau memanggil oknum anggota DPRD Pelalawan, berinisial SH, beserta sejumlah orang lainnya, untuk dimintai keterangan terkait video call seks mirip SH yang viral, dan menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.
Demikian disampaikan oleh Direktur Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Riau, Kombes Pol Andri Sudarmadi.
“Iya sudah ada beberapa orang yang dimintai keterangan, awalnya dari phone sex,” ujar Andri kepada GoRiau.com, Selasa (29/12/2020) malam.
Kemudian saat disinggung, apakah oknum anggota DPRD Pelalawan, yang diduga terlibat dalam video call sex itu, Andri juga mangaku telah mengambil keterangan SH.
“Iya, kan dia pelapornya,” beber Andri.
Diberitakan sebelumnya, masyarakat dihebohkan dengan beredarnya video tak senonoh, yang diperankan diduga anggota DPRD aktif di Kabupaten Pelalawan. Polda Riau langsung melakukan penyelidikan, terkait informasi tersebut.
Video call seks dengan wajah laki-laki diduga anggota DPRD Pelalawan itu, sudah beredar selama kurang lebih dua bulan, dan kembali menciut saat ini, yang membuat tanggapan pro dan kontra di masyarakat.
Ada yang kecewa, ada pula yang menganggapi secara positif, dengan meyakini kalau laki-laki didalam video itu bukanlah anggota DPRD Pelalawan, yang dipilih oleh masyarakat Pelalawan.
Melihat kondisi yang semakin tidak kondusif, Ditreskrimsus Polda Riau, langsung melakukan penyelidikan, untuk membuktikan fakta sebenarnya dibalik video tak senonoh itu.
Hal itu disampaikan oleh Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, kalau saat ini pihak Ditreskrimsus tengah mendalami video yang meresahkan masyarakat Pelalawan itu.
“Kasusnya sedang ditangani Ditreskrimsus. Laporannya sudah masuk dan sedang dilidik tentang UU ITE” ungkap Narto, Senin (28/12/2020).










