PEKANBARU – Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Roni Pasla menyarankan kepada Pemko Pekanbaru untuk mencoba sistem pengangkutan sampah seperti di masa kepemimpinan Herman Abdullah.
Dikatakan Politisi PAN ini, di zaman kepemimpinan Walikota Herman, Pekanbaru berhasil meraih prestasi piagam adipura sebagai bukti bahwa Pekanbaru adalah kota yang bersih, bukan seperti sekarang.
“Kita coba dulu kembali ke zaman pak Herman, dengan anggaran yang ada sekarang kita coba dulu, kalau ini ternyata berhasil berarti kita pertahankan saja sistem itu,” kata Roni, Rabu (6/1/2021).
Sistem yang dimaksud Roni adalah sistem pengelolaan sampah yang diserahkan kepada masing-masing kelurahan, dan diberikan anggaran untuk operasional mereka.
Sehingga, masing-masing lurah bisa mempertanggungjawabkan kondisi sampah di wilayah kerjanya.
“Nanti masing-masing kelurahan kita berikan anggaran untuk pengadaan item-item seperti sewa mobil, honor pekerja, biaya BBM. Kalau ini memang sukses, saya yakin anggaran akan lebih hemat juga,” ujarnya.
Seperti yang diketahui, saat ini Kota Pekanbaru dihantui oleh tumpukan-tumpukan sampah karena kontrak kerja kontraktor pengangkutan sampah sudah habis per-31 Desember silam.
Akibatnya, terjadi kekosongan pekerjaan dan membuat tumpukan sampah yang ada di Pekanbaru tidak bisa diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Padahal, DPRD Pekanbaru sudah menganggarkan proyek swastanisasi sampah ini senilai Rp 45 Milyar.










