PEKANBARU – Ketua Fraksi PAN (Partai Amanat Nasional) DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau, Zulfi Mursal menilai dua tahun kepemimpinan Gubernur Riau, Syamsuar masih sangat jauh dari apa yang direncanakan.
Menurut Zulfi, ada beberapa faktor yang membuat pemerintahan era Syamsuar ini kurang memuaskan, yakni SDM (Sumber Daya Manusia) di lingkungan pemerintah yang masih melanjutkan program-program sebelumnya.
“Kan ada kegiatan yang sudah dirancang oleh pemerintahan sebelum belum tercapai, dan itu masih harus dilaksanakan dan diteruskan, mungkin itu salah satu penyebabnya,” ujar Zulfi, Senin (8/2/2021).
Sementara, kemampuan keuangan pemerintah terus mengalami penurunan, dimana pada tahun 2020 lalu, APBD Riau mencapai Rp 10,2 T, sedangkan di tahun 2021 menurun menjadi Rp 9,1 T.
Ditambah lagi, selama hampir setahun belakangan pemerintah dihadapkan pada persoalan yang sangat rumit, yakni Covid-19. Mulai dari bidang kesehatan, sosial, ekonomi, hingga pendidikan.
Untuk itu, Zulfi meminta Gubernur dan stakeholder-nya supaya lebih proaktif menjemput anggaran ke Jakarta atau Kementerian terkait, guna menutupi kekurangan akibat keterbatasan anggaran ini.
“Mau tidak mau kita harus proaktif mencari peluang di APBN, menutupi ketertinggalan yang diprogramkan di RPJMD. RPJMD itu kan mestinya sinkron dengan pembangunan nasional. Kalau ini sinkron, pasti ada anggaran yang bisa diambil. Tapi, tentunya harus ada komunikasi yang baik,” jelasnya.
Zulfi tak memungkiri jika banyak masyarakat yang datang kepada dia, untuk menagih janji-janji yang pernah dia maupun Syamsuar sampaikan saat berkampanye dulu. Dan dia mengaku tidak bisa memberi jawaban memuaskan kepada masyarakat.
“Iya banyak yang dituntut, seperti pembangunan jalan di kabupaten kota, penurunan angka kemiskinan, termasuk bantuan rumah ibadah juga yang sejak era gubernur ini tidak pernah terealisasi,” ujarnya.
Dia menyarankan kepada Gubernur untuk kembali membuka kran anggaran yang sifatnya Bantuan Keuangan (Bankeu), sehingga masyarakat tidak menagih lagi karena bagaimanapun janji itu selalu dikenang masyarakat.
“Meskipun dengan jumlah yang tidak besar, yang penting ada program itu. Sehingga masyarakat yang menanyakan janji itu, bisa kita beralasan bahwa anggaran terbatas. Kalau memang tidak ada sama sekali seperti ini, kan kita susah juga menjawabnya,” tutupnya.
Syamsuar – Edy Natar sendiri dilantik oleh Presiden Jokwoi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Riau pada 20 Februari 2019 silam. Keduanya berhasil memenangkan Pilgubri 2018 dengan perahu PAN-PKS-Nasdem.










