PEKANBARU – Wali Kota Pekanbaru, Firdaus menampik isu terkait dirinya masuk dalam Partai Demokrat versi Moeldoko. Ia sendiri mengaku tidak berada dalam kubu manapun dalam partai tersebut.
“Terus terang saya tidak terlalu mengikuti apa yang terjadi di DPP Partai Demokrat. Saya sendiri tidak punya jabatan, kalau DPD menilai di Provinsi Riau ada kelompok dan kubu, lantas saya dimasukkan ke salah satu kelompok, saya kira itu sangat keliru,” ujarnya, Jumat (19/3/2021).
Firdaus menjelaskan bahwa dirinya juga tidak memiliki jabatan tertentu dalam partai. Sehingga ia juga tidak bisa mencampuri urusan Partai Demokrat di pusat.
“Saya hari ini hanya anggota. Saya tidak ada jabatan di partai kecuali anggota biasa. Bekas ketua iya, tetapi hari ini saya hanya anggota biasa, tidak bisa mencampuri urusan pusat” jelasnya.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Riau, Asri Auzar angkat bicara terkait adanya isu yang menyebutkan bahwa Walikota Pekanbaru, Firdaus berada di luar garis kepartaian Demokrat yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Menurut Asri, dirinya tidak mempermasalahkan bagi sesiapa saja kader Demokrat yang berada di luar garis kepartaian AHY, karena itu merupakan pilihan hati nurani mereka dan Asri juga tidak pernah memaksa.
“Silahkan saja, kita tak pernah memaksa, tapi tinggalkan partai ini. Silahkan, kami tidak berharap mereka kesini, tak pernah melarang kesana,” kata Asri, Jumat (19/3/2021).
Sejak isu Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat mengemuka hingga hari ini, Asri menyebut dirinya tidak pernah sekalipun berkomunikasi dengan Firdaus terkait posisi Firdaus saat ini, sehingga dia tidak bisa memastikan kabar itu.
“Tapi kalau memang infonya begitu, silahkan saja. Seperti yang saya katakan tadi, satupun tidak bisa menghalangi,” tuturnya.










