PEKANBARU – Warga Kelurahan Bagan Hulu, Kecamatan Bangko, Rokan Hilir mengeluhkan banjir yang terus melanda mereka ketika hujan turun, banjir ini diakibatkan oleh meluapnya air di kawasan tersebut.
Anggota DPRD Riau Dapil Rokan Hilir, Syafruddin Iput mengatakan, meluapnya air sungai ini akibat tidak beresnya drainase air yang seharusnya mengalirkan air ke arah Sinaboi atau yang biasa disebut Sungai Nyamuk.
Sayangnya, anggaran untuk membuat tali air ini tentunya akan memakan anggaran yang sangat besar, sementara APBD Rokan Hilir hanya Rp 1,3 T, sedangkan Rp 900 Milyar sudah merupakan pembayaran rutin
“Jadi dia ini harus dibangun anak sungai, tali air baru untuk dialirkan ke Sinaboi, melalui sungai nyamuk namanya, untuk membangun mengalirkan air. Ini pekerjaan yang tidak mudah dan memakan biaya besar,” kata Politisi Gerindra ini, Senin (29/3/2021).
Diceritakan Iput, sungai ini memiliki sejarah yang cukup indah sewaktu dia masih muda dahulunya, tepatnya saat dia masih SMP atau SMA. Kala itu, pinggiran sungai itu sangat lebat hutannya dan banyak warga yang menanam palawija.
“Dulu ya, disana banyak petani, semua tanaman palawija, ada nenas, ubi dan lainnya. Sekarang tak bisa karena banjir terus. Satu-satunya adalah membangun kanal, dialirkan ke Sinaboi tadi,” tuturnya.
Cikal bakal hancurnya tatanan kehidupan pinggiran sungai, menurut Iput, dikarenakan aktivitas penebangan hutan secara ilegal dan tidak memaki sistem tebang pilih. Sehingga, sungai menjadi dangkal dan meluap ke pemukiman warga.
“Abrasi tidak, hanya pendangkalan saja. Ini pasti akan kita bawa ke Pemprov, seperti apa solusi penganggarannya, termasuk juga kita ke kementerian,” pungkasnya.










