PEKANBARU – Wakil Ketua DPRD Riau, Hardianto mengaku pesimis memberikan harapan terhadap pencalonan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau yang saat ini sedang dikerjakan oleh tim Panitia Seleksi (Pansel).
“Kami sudah pesimis, seperi trauma menitipkan harapan. Sekda di Riau ini sudah silih berganti, tapi kondisi tetap seperti itu juga, usulan masyarakat jarang diakomodir,” kata Politisi Gerindra ini, Kamis (22/4/2021).
DPRD Riau, tegas Hardianto, sampai hari ini masih konsisten dalam posisi ‘penyambung lidah’ masyarakat, dimana semua usulan masyarakat dalam kegiatan reses, tetap disampaikan dalam rapat paripurna.
“Reses terakhir, semua usulan masyarakat juga kita satukan dan kita sampaikan di Paripurna, harusnya sudah sampai ke Pemprov. Karana pengambilan keputusan tertinggi ada di Paripurna,” tuturnya.
Disinggung mengenai keuangan yang tidak memadai, Hardianto menyebutkan bahwa ini tidak ada kaitan dengan kondisi keuangan, namun hanya soal itikad baik dari Pemprov Riau saja.
“Di Paripurna, di rapat pembahasan APBD, kita tidak bosan menyampaikan itu, dan keputusan diakomodir atau tidak kan keputusan gubernur. Saya melihat ini soal itikad saja,” tegasnya.
Terhitung sejak tanggal 22 Desember 2020 silam, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Yan Prana Jaya sudah tidak lagi bisa menjalankan tugasnya sebagai orang nomor satu di kalangan PNS se-Pemprov Riau.
Hal tersebut dikarenakan dia sudah ditahan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, pasca ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi semasa menjabat sebagai Kepala Bappeda Pemkab Siak. Saat ini, tugasnya digantikan oleh Masrul Kasmy.










