Sempat Tertunda, Gaji Guru Ngaji dan MDA di Pelalawan Dibayarkan Hari Ini, Cair 4 Bulan Sekaligus

banner 468x60

PANGKALAN KERINCI –Para pengajar non Pegawai Negeri Sipil (PNS) sudah bisa tersenyum lega, pasalnya mereka akan menerima gaji. Baik pengajar MDA ataupun guru ngaji (TPQ) yang tersebar di Kabupaten Pelalawan.

Gaji 1.843 pengajar MDA dan guru ngaji di Pelalawan ini, sempat tertunda pembayaraannya.

banner 400x400

“Hari ini sudah bisa dicairkan sesuai dengan perintah pak bupati. Iya, akan ditransfer langsung ke rekening penerima,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pelalawan, Martias, kepada GoRiau.com, Senin (17/5/2021).

Pengajar MDA dan guru ngaji di Pelalawan ini, intensifnya akan dibayarkan 4 bulan sekaligus, ditrasnfer langaung ke rekening penerima. Terhitung untuk bukan Januari hingga April.

“Jumlahnya total ada 1.843 orang pengajar MDA dan guru ngaji di Pelalawan yang akan dibayarkan intensifnya oleh Pemkab Pelalawan,” terang Martias.

Sebelumnya, Bupati Pelalawan H Zukri dan Wakil Bupati H Nasaruddin kecewa menerima laporan para guru ngaji dan guru MDA belum juga menerima gaji saat berlangsungnya coffee morning.di Auditorium Kantor Bupati Lantai III Pangkalan Kerinci, Senin (17/5/2021) pagi.

Padahal Bupati dan Wakil Bupati sudah mewanti-wanti kepada instansi terkait untuk memprioritaskan pembayaran gaji guru ngaji dan guru MDA sebelum Lebaran.

Plt. Sekretaris Dinas Martias menyampaikan secara rinci persoalan tidak bisa dibayarkan gaji tersebut. Disdik, kata Martias, pihaknya, sudah berupaya maksimal melakukan peminjaman untuk menalangi pembayaran gaji guru ngaji atau guru MDA.

“Sebetulnya, Pak Bupati, kami Disdik sudah menyiapkan surat peminjaman ke Bank BPR Dana Amanah,” katanya.

Mendengarkan laporan itu, Bupati Zukri dibuat terpukul dan tidak bisa membendung air matanya dan menangis. Mantan Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau ini mengaku sangat kecewa gaji guru ngaji dan MDA yang hanya Rp 350 ribu perbulan tak dicairkan satu hari jelang Lebaran kemarin.

“Saya betul-betul kecewa. Ini kan untuk makan, bukan untuk mencari kaya bagi mereka. Jika persoalan takut administrasi, tak ada yang tak ada salah di negara ini. Kalau takut teken saya yang teken, saya siap mempertanggungjawabkan, dipenjara pun saya siap,” tegasnya, sembari terisak-isak.

Bupati Zukri pun seolah tak sanggup melanjutkan pembicaraannya, dan langsung dipotong Wabup Nasarudin dengan menyampaikan pengarahan. Ia juga ikut terpancing dan dibuat menangis akibat gaji guru ngaji dan guru MDA tak cair.

Pada kesempatan itu, baik bupati dan wakil bupati mendesak Dinas Pendidikan Pelalawan atau BPKAD, untuk segera melakukan pencairan gaji guru ngaji dan MDA.

Terkait persoalan ini, Martias menyampaikan jika pihaknya jauh-jauh hari sudah berupaya melakukan opsi peminjaman ke BPR Dana Amanah agar ribuan gaji guru ngaji dan guru dapat terbayarkan sebelum lebaran Idul Fitri.

“Berkas pengajuan kita ke bank sudah lengkap dan sudah disetujui, bahkan akad kredit juga sudah selesai,” ungkapnya.

Hal ini juga dibenarkan oleh pihak BPR Amanah. Pihak Disdikbud Pelalawan melalui Sekretaris telah mengajukan peminjaman dana untuk pembayaran gaji guru ngaji dan guru MDA.

Bahkan seluruh persyaratan sudah dilengkapi, dan pihak BPR Dana Amanah juga sudah menyiapkan dana yang besarannya sesuai diajukan oleh pihak Disdikbud Pelalawan.

banner 970x250