Jadi Tim Pokja RPJMD Siak, Tanoto Foundation Riau Fokus Isu Pendidikan

banner 468x60

SIAK- Pemerintah Kabupaten Siak berharap Tanoto Foundation tetap sinergi dengan pemerintah Siak dalam membantu memajukan pendidikan selama pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) maupun dukungan dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) beberapa waktu ke depan.

Hal itu disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Siak Budhi Yuwono, saat menerima Tim Tanoto Foundation dalam acara penyampaian progress implementasi program Tanoto Foundation di Kabupaten Siak, (27/5), di Kantor Pemkab Siak.

banner 400x400

“Dukungan teknis dan pendampingan pemodelan pembelajaran tatap muka sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan pendidikan di masa depan. Selan itu, penguatan kakapasitas guru dalam inovasi pembelajaran online makin ditingkatkan,” ujarnya.

Pemkab Siak baru akan menerapkan pembelajaran tatap muka jika seluruh guru di Siak sudah menjalani vaksinasi. “Apabila 5.800 lebih guru di Siak sudah divaksin, maka pembelajaran tatap muka di setiap sekolah sudah bisa diberlakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Merespon harapan pemkab Siak tersebut, Koordinator Propinsi Tanoto Foundation Riau, Dendi Satria Buana, mendukung permintaan pemkab untuk membantu pemodelan pembelajaran tatap muka maupun inovasi pembelajaran secara daring. “Tanoto Foundation siap mendukung kedua pemodelan dimaksud,” ujarnya.

Selain asistensi model pembelajaran tatap tuka maupun pembelajaran online, Pemkab Siak juga berharap kepada Tanoto Foundation untuk membantu Pemkab Siak dalam penyempurnaan penyusunan RPJMD Siak yang sudah memasuki tahap konsultasi public.

Konsultasi Publik RPJMD Siak yang telah dilaksanakan Jumat lalu (21/5) melibatkan Tanoto Foundation selaku stakeholder unsur filantropi.

Kepala Bidang SDM dan Kesejahteraan Rakyat Bappeda Siak, Widiasari, memberikan apresiasi kepada Tanoto Foundation Riau yang berkenan memberikan masukan menuju penyempurnaan dokumen RPJMD.

“Kami akan libatkan Tanoto Foundation sebagai kelompok kerja (Pokja) dari unsur filantropi sebagaimana aturan penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) RPJMD,” tukasnya.

Selain masukan dalam sector pendidikan, Bappeda Siak juga berharap dukungan dalam rumusan dan model pembelajaran daring serta implementasi penanganan stunting di daerah Siak.

“Prevalensi Stunting Provinsi Riau tahun 2018 sebesar 27,4 persen. Sementara untuk Kabupaten Siak sendiri pada tahun 2019 Prevalensi Stunting sebesar 27,9 persen,” ujarnya.

“Angka stunting di Kabupaten Siak berada pada posisi nomor empat di Propinsi Riau,” tambahnya.

Untuk menekan angka tersebut, Pemkab Siak akan terus membangun sinergi dengan Tanoto Fooundation dalam peningkatan layanan dari PAUD hingga pendidikan dasar.

Sekretaris Dinas Pendidikan Siak, Mahadar, M.Pd, yang mendampingi Asisten I dan Kabid SDM Bappeda Siak mengaku masih membutuhkan dukungan baik secara konsep maupun secara teknis untuk menurunkan angka stunting yang terukur di Kabupaten Siak.

“Kami berharap Tanoto Foundation baik dengan program SIGAP dan PINTAR bisa sinergis dengan Pemkab Siak sehingga permasalahan sector ini bisa diatasi dengan segera,”tukasnya.

Ia meyakini dengan teratasinya soal stunting, maka unsur lainnya, pendidikan dan perekonomian masyarakat akan terbantu.;“Bagaimana agar program stunting itu bisa sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat,” tambahnya.

Memperhatikan harapan stakeholder di Siak, Dendi Satria Buana, akan fokus membantu pada salah satu dari isu usulan pendidikan berkualitas yaitu poin kedua dalam draf RPJMD Siak, yaitu Proporsi Anak Kelas 4 dan 6 SD dan 9 SMP yang mencapai standar minimum dalam membaca dan matematika masih rendah.

banner 970x250