SELATPANJANG – Kuliner berbahan sagu tak asing lagi di kalangan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Masyarakat di kabupaten termuda di Riau itu juga terus berinovasi menciptakan kuliner terbaru yang diolah dari bahan dasar sagu.
Seperti halnya yang dilakukan oleh Praptini (42) warga Jalan Gogok Utama, Desa Gogok Darussalam, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti berhasil memproduksi mie instan berbahan sagu.
Wanita satu anak itu mengolah mie instan berbahan sagu yang kemudian dikemas menjadi ‘Misagu Asli Meranti’. Misagu yang telah dipackaging dengan kemasan yang cukup menarik perhatian dikarenakan desain dan tampilan yang sangat kekinian dengan netto atau berat bersih 190 gram itu juga telah dilengkapi dengan bumbu siap seduh.
Usaha home industri Misagu instan yang dilakoni Praptini ternyata telah berjalan hampir satu tahun namun baru saja dilounching dan belum genap dua bulan atau tepatnya lounching pada awal Maret 2021 lalu.
“Iya kalau persiapannya hampir satu tahun baru bisa jadi Misagu instan, tapi baru bisa dilounching pada awal bulan Maret kemarin (2021),” ucap Praptini saat berbincang-bincang dengan GoRiau.com di kediamannya, Sabtu (29/5/2021).
Dijelaskan Praptini, Misagu adalah kuliner selingan makanan khas masyarakat Riau khususnya di Kabupaten Kepulauan Meranti. Misagu menjadi pangan yang diminati masyarakat tempatan sejak zaman nenek moyang sampai dengan hari ini.
“Misagu ini dibuat Tepung Sagu yang diolah dari pati batang pohon sagu terbaik yang dibudidayakan di perkebunan rakyat,” ujarnya.
Kemudian kata Praptini, di dalam kemasan Misagu instan ini sudah terdiri dari beberapa item, diantaranya adalah mie sagu, bumbu bubuk, minyak bawang, bilis goreng dan sagu lemak (berbentuk bulat-bulat seperti kacang pilus).
“Jadi, Misagu instan ini juga menjadi solusi bagi temen-temen yang terkadang bingung dan nggak tau gimana cara masak mie sagu, dengan adanya Misagu instan ini kamu tinggal masukin semua bahan. Namun bisa ditambahin telur biar lebih enak sesuai selera atau keinginan masing-masing,” bebernya.
Untuk itu, Praptini berharap, kedepannya Misagu bisa direkomendasikan menjadi buah tangan alias oleh-oleh khas Kepulauan Meranti untuk dibawa atau berpergian keluar kota.
“Kita berharap Misagu bisa menjadi oleh-oleh khas Meranti dan khususnya bagi Provinsi Riau, disisi lain jika Allah mudahkan kami juga akan mendistribusikan Misagu instan asli Meranti ini ke seluruh Indonesia agar bisa dikenal lebih luas,” harapnya.
Untuk saat ini dibeberkan Praptini, meski baru beroperasi namun sudah ada sejumlah daerah luar kota yakni kabupaten kota atau provinsi di Pulau Jawa yang mengorder alias memesan produk asli Kepulauan Meranti itu.
“Pihak Kejari Kepulauan Meranti pernah mengambil sekitar 30 bungkus. Sedangkan untuk luar kota yang pernah mengambil itu Jogja 30 bungkus dan Banyuwangi 55 bungkus,” ujarnya.
Dijelaskan Praptini lagi, Usaha Misagu ini dikelola bersama adiknya bernama Igo Julianto yang berdomisili di Pekanbaru. Meski masih memproduksi secara manual karena belum memiliki mesin, selain dirinya yang dibantu suami, sebanyak 7 karyawan yang memproduksi roti miliknya yang kebetulan berada bersebelahan produksi mie sagu instan itu ikut diperbantukan sehingga dalam sehari bisa memproduksi sebanyak 20 Pcs/bungkus yang kemudian dijual dengan harga Rp15.000/Pcs.
“Kalau untuk lokal kita jual 15 ribu perbungkus, tapi untuk luar daerah masih berat diongkir karena ongkir tentu ditanggung oleh pembeli. Kemudian kalau untuk daya tahan atau expired produk bisa mencapai satu bulan atau lebih tergantung tempat penyimpanan karena semakin dingin semakin bagus dan bisa bertahan lebih lama hingga lebih satu bulan,” jelasnya lagi.
Diakui Praptini, keberadaan Misagu ini telah diketahui oleh banyak pihak maupun dinas terkait seperti Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disdagprinkop-UKM) dan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kepulauan Meranti, bahkan Bupati Kepulauan Meranti, Haji Muhammad Adil juga telah melihat langsung hasil produksi tersebut. Selain itu juga telah dipajangkan di gedung promosi, Jalan Rumbia, Kelurahan Selatpanjang Kota, Kecamatan Tebingtinggi.
“Jadi kita harap ada solusi maupun terobosan dari pihak atau dinas terkait agar Misagu ini bisa dikenal dan dipasarkan lebih luas lagi. Dengan mengkonsumsi Misagu secara tidak langsung kita telah membantu meningkatkan perekonomian para petani Sagu yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti ini,” pungkasnya.
Untuk pemesanan Misagu asli Meranti bisa langsung menghubungi di nomor handphone Praptini: 081266564358 dan Igo Julianto: 082389979985.










