Dianggap Membisu Soal Konflik LAMR Kota Pekanbaru, Datuk Syahril ‘Terancam’ Mubeslub

banner 468x60

PEKANBARU – Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAM Riau Kecamatan Rumbai dan Kecamatan Payung Sekaki, Muhammad Irfan dt Laksemana dan Syarifuddin Anju meminta pertanggungjawaban pengurus LAM Riau, terutama Datuk Syahril menjawab persoalan konflik LAMR Kota Pekanbaru.

“Kita ingin melihat sejauh mana Datuk Syahril selaku Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAM Riau mampu menyelesaikan polemik dan persoalan LAM Pekanbaru serta mengembalikan nama baik LAM atas peristiwa yang sangat memalukan lembaga Adat Melayu,” kata Irfan, Senin (31/5/2021).

banner 400x400

LAMR, menurutnya, tidak melakukan apa-apa dalam upaya penyelesaian konflik berkepanjangan ini. Sehingga konflik ini belum menemukan solusi hingga akhirnya kepolisian membekuk Ketua DPH LAMR Kota Pekanbaru, Ys atas kasus teror pelemparan kepala anjing.

“Akibat tidak adanya ketegasan, keputusan dari pengurus Lembaga Adat Melayu Riau sendiri, maka terjadilah polemik yang sangat memalukan ini,” ujarnya.

Diceritakan Irfan, setahun yang lalu, Datuk Syahril dan kelompoknya menghadiri Lembaga Adat Melayu Riau Kota Pekanbaru kubu Ys dan Musda tersebut tidak diumumkan serta tanpa melibatkan dia sebagai pimpinan kecamatan. Musda ini akhirnya memenangkan Ys.

Beberapa bulan kemudian, lanjutnya, diselenggarakan Musdalub Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) II oleh para petinggi LAMR kecamatan dan terpilihlah Datuk Muspidauan sebagai Ketua DPH LAMR Kota.

Hanya saja, LAM Riau tetap mengakui kepengurusan yang dipilihnya dan LAM Riau terkesan membiarkan polemik ini terjadi.

“Kalau Datuk Syahril dan jajarannya tidak mampu menyelesaikan masalah LAMR Pekanbaru ini, lebih baik pengurus LAM Riau mundur saja dan kita akan buat Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) meminta seluruh kabupaten kota mendesak Datuk Syahril cs mundur dari LAM Riau. Kita melihat, ada kepentingan pribadi serta sesuatu hal yang disembunyikan oleh Datuk Syahril cs sehingga polemik kepengurusan LAM Pekanbaru terkesan dibiarkan begitu saja,” tegas Ketua LAMR Kecamatan Payung Sekaki, Syarifuddin Anju.

Sementara itu, Ketua DPH LAMR, Datuk Syahril Abubakar enggan menanggapi pernyataan-pernyataan yang menyerang posisinya.

“Nanti siang kita luruskan,” singkatnya melalui pesan WhatsApp.

banner 970x250