Polemik TWK Dipastikan Tak Hambat Proses Pencarian Harun Masiku, Firli: Tim Bekerja Sesuai Ketentuan dan Prosedur

banner 468x60

JAKARTA – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri angkat bicara terkait desakan dari sejumlah pihak terkait keberadaan Politisi PDIP yang saat ini menjadi buronan KPK, yakni Harun Masiku.

Firli memastikan lembaganya terus melakukan perburuan terhadap Harun. Dia mengatakan, polemik Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang terjadi saat ini tidak akan menghambat pencarian terhadap mantan politisi PDIP itu.

banner 400x400

“Setiap perkara dikerjakan oleh tim yang bukan satu orang. Tim bekerja sesuai ketentuan dan prosedur,” kata Firli Bahuri di Jakarta, Ahad (30/5).

Mantan Deputi Penindakan KPK ini mengatakan, KPK tentunya bekerja dengan sistem, mekanisme, dan prosedur sesuai ketentuan yang berlaku. Komisaris jenderal polisi ini menegaskan sukses lembaga antirasuah adalah kerja tim dan bukan hasil kerja individu.

“Dir sidik (direktorat) yang mengatur,” kata Firli saat dikonfirmasi soal pengganti penyidik dari tim pemburu Harun Masiku.

Hal tersebut disampaikan Firli menyusul penyidik yang ditugaskan memburu tersangka buron, Harun Masiku, harus menyerahkan tugasnya lantaran tidak memenuhi syarat (TMS) dalam tes wawasan kebangsaan (TWK). Dalam sebuah tayangan video di media sosial, penyidik tersebut mengungkapkan bahwa Harun Masiku terendus berada di Indonesia.

Seperti diketahui, Harun Masiku dimasukan ke dalam daftar buronan oleh KPK pada 17 Januari 2020 lalu. Namun hingga saat ini, KPK maupun aparat penegak hukum lain belum dapat menemukan keberadaannya.

Harun merupakan tersangka kasus suap paruh antar waktu (PAW) Anggota DPR RI periode 2019-2024. Status itu dia sandang bersamaan dengan tiga tersangka lain, yakni mantan komisioner KPU Wahyu Setiawan, mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelia dan pihak swasta Saeful.

Wahyu disebut-sebut telah menerima suap Rp 900 juta guna meloloskan caleg PDIP Harun Masiku sebagai anggota dewan menggantikan caleg terpilih atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019 lalu.

Sementara, TWK diikuti 1.351 pegawai KPK sukses menyingkirkan 75 pegawai berintegritas semisal penyidik senior, Novel Baswedan, Ketua Wadah Pegawai KPK yang juga penyidik Yudi Purnomo, Direktur Sosialisasi dan Kampanye Anti-Korupsi KPK Giri Suprapdiono dan Kasatgas KPK Harun Al-Rasyid.

Pegiat anti korupsi menggelar aksi ruwatan rakyat untuk KPK di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lama, Jalan HR Rasuna Said Kavling C1, Jakarta, Jumat (28/5/2021). Ruwatan tersebut dilakukan sebagai simbol pengusiran energi jahat dari KPK pimpinan Firli Bahuri yang telah menonaktifkan 75 pegawai yang selama ini telah berjuang dalam memberantas korupsi.

banner 970x250