PEKANBARU – – Anggaran beasiswa pendidikan yang sudah dianggarkan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau, diharapkan tidak menjadi objek refocussing oleh pemerintah.
Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi V DPRD Riau, Sunaryo. Menurutnya, beasiswa yang ditujukan kepada mahasiswa kurang mampu dan berprestasi ini jangan sampai digeser ke Covid-19.
“Kita berharap refocussing ini tidak termasuk dana beasiswa anak-anak. Ini menjadi prioritas kita supaya jangan sampai di-refocussing,” ujar Politisi PAN ini, Senin (31/5/2021).
Sunaryo mengaku tidak tahu persis mengenai anggaran ini, namun dia menyebut bahwa hal ini sedang dalam pembicaraan dengan dinas terkait. Dan saat ini memang pihaknya tengah membahas beberapa hal dengan mitranya, terutama Dinas Pendidikan.
Kondisi pandemi saat ini, menurut Sunaryo sangat memberatkan mahasiswa tidak mampu. Proses perkuliahan dalam jaringan (daring) yang berlangsung selama pandemi tentu membuat pengeluaran tambahan di akses internet.
“Kita dalam kondisi pandemi, kita menunggu sekali. Kami akan mendesak terus untuk disegerakan,” tutupnya.
Sementara itu, Pemprov Riau melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Riau tahun 2020 lalu mengusulkan anggaran untuk bantuan sosial (Bansos) pendidikan untuk mahasiswa kurang mampu sebesar Rp15,9 miliar.
Anggaran bansos tersebut untuk 3.700 mahasiswa kurang mampu yang tengah menunjang pendidikan di perguruan tinggi di kabupaten/kota se-Riau. Diharapkan dengan bantuan itu semakin banyak mahasiswa Riau yang menyelesaikan studinya.










