SELATPANJANG – Sejumlah mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Selatpanjang dan Pekanbaru yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Meranti menemui Bupati Kepulauan Meranti, Haji Muhammad Adil SH.
Kedatangan para mahasiswa yakni untuk beraudiensi dan berdiskusi mengenai isu-isu pembangunan daerah terutama isu tenaga honorer yang santer beberapa hari belakangan.
Kedatangan mereka disambut langsung Bupati Adil yang didampingi Plt Asisten III, Sudandri, Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Alizar, dan Kabag Humaspro, Rudi Hasan. Pertemuan dilakukan di ruang kerja Bupati Kepulauan Meranti, Rabu (2/6/2021).
Ilham, yang menjadi pimpinan rombongan mahasiswa menyampaikan bahwa maksud kedatangan mereka untuk mendengar secara langsung dari Bupati Adil terkait isu pemberhentian tenaga honorer. Selain itu rekan-rekannya juga memiliki banyak pertanyaan menyangkut program kerja bupati dan progres pembangunan daerah saat ini.
“Kami bermaksud berdiskusi langsung dengan bupati terutama masalah tenaga honorer ini. Kami tidak ingin asal melakukan aksi tanpa mengetahui alasan sesungguh dari bupati terkait kebijakan ini,” ungkap Ilham.
Bupati Adil pun sangat mengapresiasi kedatangan mahasiswa. Dia mengaku gembira karena mahasiswa menunjukkan kapasitas sebagai kaum intelektual yang peka dan kritis terhadap kondisi pembangunan daerah.
“Saya gembira dan berterimakasih, adik-adik mahasiswa karena kapasitas intelektualnya datang berdiskusi dulu sebelum melakukan aksi demo,” kata Bupati Adil.
Bupati Adil mengaku sangat mendukung sikap kritis mahasiswa. Dia menginginkan mahasiswa juga berfikir kreatif. Dulunya dia bercerita sering menganjurkan mahasiswa untuk demo.
“Memang isu tenaga honorer ini lagi ramai dibicarakan dan diprotes terutama di media sosial. Tapi, adik-adik mahasiswa harus mencermati juga yang protes itu. Tidak perlu ikut-ikutan. Mengenai tenaga honorer ini kita sudah pertimbangkan matang-matang karena defisit anggaran kita ratusan miliar,” tegas Bupati Adil.
Menurutnya, total ada 4.379 tenaga honorer dan sebanyak 1.767 orang yang berpendidikan SLTA semula direncanakan akan diberhentikan. Namun mengingat kondisi sosial ekonomi saat ini yang sulit akhirnya ditempuh kebijakan pengurangan gaji.
“Kita rencanakan honorer lulusan SMA itu gajinya tinggal 600 ribu rupiah, yang D3 800 ribu, S1 tetap 1,2 juta dan S2 dapat dua juta rupiah. Kecuali yang bekerja di bagian lapangan seperti Satpol PP, Perhubungan, Kebersihan, BPBD dan tenaga satpam,” papar Bupati.
Ini salah satu langkah mengatasi defisit atau kekurangan anggaran, kata Bupati. Selain itu juga akan dilakukan pengurangan insentif pegawai.
Bupati Adil mengaku ke depan tenaga honorer yang direkrut harus yang betul-betul dibutuhkan dan mampu bekerja serta minimal lulusan S1. Hal ini dalam upaya meningkatkan kinerja menuju Meranti menjadi smartcity.
“Untuk yang diberhentikan, kita akan membuat program-program kewirausahaan seperti beternak ayam petelor, sapi, dan usaha lainnya. Kita ingin masyarakat produktif. Selama ini jumlah tenaga honorer kita sangat banyak dan pemborosannya sangat besar,” tegas Bupati Adil.
Mendapat tanggapan Bupati Adil, mahasiswa mengaku sangat mendukung pengurangan tersebut agar tidak memboroskan anggaran. Namun mereka mengusulkan agar dilakukan seselektif mungkin dengan persyaratan tertentu.
“Mungkin yang perlu dibenahi dahulu adalah masalah honor fiktif, dan memberhentikan tenaga honorer yang usianya sudah tidak produktif lagi. Juga mereka yang baru masuk bekerja,” kata Ilham.
Di akhir pertemuan Bupati Adil sangat mengapresiasi kedatangan mahasiswa. Dia juga meminta mahasiswa membuatkan usulan tertulis sehingga menjadi bahan pertimbangannya membuat keputusan.










