PEKANBARU – Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Datuk Syahril Abubakar akhirnya angkat bicara terkait penangkapan Ketua DPH LAMR Kota Pekanbaru, Yose Saputra oleh pihak kepolisian karena diduga sebagai otak teror kepala anjing.
“Kami prihatin, dan mohon maaf, ini persoalan personal. Sehingga anak kemenakan terlanjur bertindak di luar kepatutan dan di luar aturan-aturan hukum yang sudah kita sepakati bersama,” kata Syahril kepada GoRiau.com, Rabu (2/6/2021).
LAMR, jelasnya, menyerahkan hal ini kepada pihak yang berwenang dan dia mengimbau kepada semua pihak untuk tak mengusik dan mengganggu LAMR yang sebenarnya sudah menjalankan tugasnya berdasarkan AD/ART.
“Perlawanan ini sudah overdosis, sudah offside, kita imbau kepada semua pihak menyelesaikan dengan baik, kami tak mau bikin gaduh, bikin ribet walau kami dituduh diam,” tegasnya.
Ditambahkan Syahril, Yose Saputra sudah mengundurkan diri pada 28 Maret 2021 yang lalu, LAMR sendiri sudah menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) LAMR Kota Pekanbaru yang diketuai oleh Khairul Zainal dan sekretarisnya, Rizaldi Putra.
“Plt ini akan menyiapkan Musda Luar Biasa (Musdalub) karena ketua DPH mengundurkan diri, LAMR Kecamatan juga ada yang mengundurkan diri dan ada juga yang habis periodenya,” tuturnya.
Syahril kembali menegaskan, pihaknya tidak mengakui Musdalub yang akhirnya memutuskan LAMR Kota Pekanbaru dipimpin Muspidauan, karena Musdalub itu tidak sesuai dengan AD/ART.
“Tidak ada Musdalub yang memundurkan Ketua DPH-nya lewat mosi tidak percaya, lembaga ini bukan OKP dan Organisasi Partai Politik. Kita tidak mengakui keberadaan Musdalub itu, penyelenggaraan Musda kabupaten kota juga harus melalui LAMR dan pesertanya harus LAM Kecamatan yang aktif, kalau sudah mundur dia tidak punya hak suara lagi,” terangnya.
Selama ini, ujarnya, banyak LAMR Kabupaten kota yang mengajukan Musdalub, namun LAMR tidak pernah menyetujuinya dan meminta mereka untuk berunding kembali, dan akhirnya ditemukanlah solusinya.
Sementara itu, Plt Ketua LAM Pekanbaru Khairul Zainal mengatakan, bahwa dia akan sesegera mungkin melakukan tugas dengan baik dan mempersiapkan Musdalub untuk mencari pengganti Yose Saputra.
“Tugas saya tiga, yakni mempersiapkan Musdalub, pembenahan LAM Kecamatan, dan dan Musda itu sendiri. Tugas selain itu tak masuk ke kewenangan saya. Kita berharap dengan Musda Luar Biasa nanti terbentuk kepengurusan yang qualified, Agustus mudah-mudahan selesai,” pungkasnya.










