Terbukti Mengkhianati Partai, Pendukung Moeldoko di KLB Sibolangit Tidak Bisa Nyaleg dari Demokrat

banner 468x60

PEKANBARU – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Riau, Asri Auzar mengungkapkan saat ini partainya sudah mulai melakukan upaya ‘bersih-bersih’ pasca percobaan kudeta terhadap kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Iya. Kan Ketua DPC, Sekretaris DPC yang ikut sudah diberhentikan. Nanti ada lagi surat pemberhentian, pokoknya siapa yang ikut akan kita berhentikan,” kata Asri, Senin (14/6/2021).

banner 400x400

Bagi kader-kader yang tidak memiliki jabatan, Asri Auzar menyebut partai yang terbukti membelot dari garis kepemimpinan AHY akan diberikan sanksi tegas, yakni pemecatan dan tidak boleh membawa embel-embel partai lagi.

“Semua yang ikut tidak boleh mencaleg, Demokrat terbuka pada siapapun, kecuali yang ikut ke Sibolangit,” singkatnya.

Sebagaimana diketahui, kepemimpinan AHY di partai berlambang mercy tersebut sempat mengalami ‘goncangan’, dimana sejumlah kadernya menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) di Sibolangit.

KLB tersebut menunjuk Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko sebagai Ketua Umum. Hasil KLB tersebut ditolak dan tidak diakui oleh Menteri Hukum dan HAM, sehingga saat ini negara hanya mengakui AHY sebagai Ketua Umum Demokrat.

Di Riau sendiri, sejumlah kader Demokrat menyatakan mendukung Moeldoko sesuai dengan hasil KLB. Kelompok pro Moeldoko ini diketuai oleh pengurus DPD Demokrat Riau, Indra Rukmana.

banner 970x250