Maret 2021, Penduduk Miskin Riau Bertambah Jadi 500.810 Orang

banner 468x60

PEKANBARU – Pandemi Covid-19 menyebabkan jumlah penduduk miskin di Provinsi Riau kian bertambah. Hasil Susenas Maret 2021 menunjukkan bahwa jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan naik 0,08 persen poin dibanding periode September 2020. Dengan demikian, persentase penduduk miskin Provinsi Riau kondisi Maret 2021 menjadi 7,12 persen atau setara dengan 500.810 jiwa.

“Persentase penduduk miskin di Provinsi Riau pada Maret 2021 sebesar 7,12 persen, mengalami kenaikan sebesar 0,30 persen poin, jika dibandingkan dengan Maret 2020. Sedangkan pada periode September 2020 – Maret 2021 kenaikannya sebesar 0,08 persen poin,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Misfaruddin di Pekanbaru, Jumat (16/7/2021).

banner 400x400

Jumlah penduduk miskin atau penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan di Riau pada Maret 2021 sebanyak 500.810 jiwa. Terjadi kenaikan jumlah penduduk miskin dibandingkan dengan kondisi Maret 2020 sebanyak 17.420 jiwa. Sementara jika dibandingkan kondisi September 2020 mengalami kenaikan sebanyak 9.590 jiwa.

Secara persentase, dampak pandemi Covid-19 ternyata lebih banyak dirasakan oleh penduduk perkotaan dibanding mereka yang tinggal di perdesaan. “Hal ini terlihat dari jumlah penduduk miskin perkotaan yang naik 0,13 persen poin, sedangkan di perdesaan, penduduk miskin naik 0,04 persen poin,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Garis Kemiskinan pada Maret 2021 di Riau sebesar Rp.565.937,- per kapita per bulan, meningkat 4,02 persen dari Maret 2020 yang sebesar Rp.544.057,- per kapita per bulan. Begitu pula bila dibandingkan dengan September 2020 yang sebesar Rp.546.090,- per kapita per bulan, mengalami peningkatan sebesar 3,63 persen.

“Untuk Indeks kedalaman kemiskinan (P1) dan indeks keparahan kemiskinan (P2) di Riau mengalami penurunan pada periode Maret 2020 – Maret 2021. P1 menurun dari 1,14 menjadi 1,06 dan P2 menurun dari 0,28 menjadi 0,24. Penurunan juga terjadi jika dibandingkan dengan kondisi September 2020, P1 menurun dari 1,32 menjadi 1,06 dan P2 menurun dari 0,43 menjadi 0,24,” jelasnya.

Sementara itu, pada periode Maret 2020 – Maret 2021, Gini Ratio Provinsi Riau mengalami penurunan, dari 0,329 pada Maret 2020 turun menjadi 0,326 pada Maret 2021. Sedangkan jika dibandingkan dengan September 2020, terjadi sedikit kenaikan, dimana Gini Ratio pada September 2020 adalah sebesar 0,321. “Kendati demikian, Gini Ratio Riau masih dalam kategori ketimpangan rendah,” jelasnya.

banner 970x250