PANGKALAN KERINCI –Ketua DPRD Kabupaten Pelalawan, Baharudin menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Gudang Farmasi Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan di Jalan Batu Ampar, Kota Pangkalan Kerinci, Rabu (14/7/2021).
Baharudin mendapati adanya timbunan ribuan alat tes untuk Covid-19 yang hampir kadaluarsa.
“Adanya keluhan masyarakat terkait dengan ketersediaan obat-obatan dan masker. Makanya saya tadi langsung meminjau gudang obat kita,” terang Baharudin, kepada GoRiau.com.
Begitu dirinya dirinya melakukan sidak ke Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Pelalawan, banyak ditemukan persoalan. Salah satunya temuan adanya ribuan alat swab polymerase chain reaktion (PCR) yang hampir kadaluarsa.
“Begitu saya cek di lapangan banyak masalah yang ditemukan. Kita temukan ada sekitar 5 ribuan alat swab PCR yang hampir kadaluarsa. Ini fakta temuan di lapangan,” papar Baharudin.
Alat swab PCR tersebut, kata dia, dibeli dari dana refocusing APBD Pelalawan tahun 2020, dana penanganan Covid-19.
“Kemudan obat-obatan yang sudah kadaluarsa juga ditemukan, tapi itu bukan obat untuk pasien Covid-19,” tetangnya, usai sidak.
Tak hanya itu, Baharudin juga melihat kondisi tempat penyimpanan obat di Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Pelalawan, yang tidak layak.
“Kemudian juga gudang penyimpanan obat, ini sangat tidak layak kondisinya. Kenapa ini tidak menjadi prioritas oleh Dinas Kesehatan selama ini,” tandasnya.










