Inforiau.ID, PEKANBARU – Kabar baik bagi petani kelapa sawit di Provinsi Riau. Harga tandan buah segar (TBS) sawit kemitraan plasma kembali mengalami kenaikan untuk periode 28 Oktober hingga 3 November 2026.
Berdasarkan hasil rapat penetapan harga Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau bersama tim, harga TBS sawit tertinggi berada pada kelompok umur 9 tahun, yakni Rp3.785,87 per kilogram.
Harga tersebut naik Rp40,45 per kilogram atau sebesar 1,08 persen dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat Rp3.745,42 per kilogram.
Kepala Dinas Perkebunan Riau, Supriadi, mengatakan kenaikan harga TBS pekan ini dipengaruhi meningkatnya harga jual minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan inti sawit (kernel).
“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa harga TBS yang ditetapkan oleh tim untuk mitra plasma mengalami kenaikan. Kenaikan harga minggu ini lebih disebabkan karena faktor naiknya harga CPO dan kernel,” ujarnya.
Supriadi menjelaskan, harga penjualan CPO pada periode ini naik Rp116,36 per kilogram, sedangkan kernel meningkat Rp339,06 per kilogram dibandingkan pekan sebelumnya.
Sementara itu, indeks K yang digunakan dalam penetapan harga mencapai 93,69 persen, dengan harga cangkang ditetapkan sebesar Rp14,73 per kilogram.
Penetapan harga tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024 serta Keputusan Direktur Jenderal Perkebunan Nomor 144/Kpts./PP.320/E/12/2025.
Untuk pabrik kelapa sawit (PKS) yang tidak melakukan penjualan, harga CPO dan kernel mengacu pada ketentuan yang berlaku, termasuk penggunaan harga rata-rata tim maupun harga Kantor Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN).
Adapun harga rata-rata CPO KPBN periode ini tercatat Rp15.130,75 per kilogram, sedangkan kernel sebesar Rp12.875 per kilogram.
Supriadi menegaskan, Disbun Riau bersama tim terus memperbaiki tata kelola penetapan harga agar transparan, sesuai regulasi, dan memberikan keadilan bagi petani maupun perusahaan mitra.
“Membaiknya tata kelola penetapan harga ini merupakan upaya yang serius dari seluruh stakeholder yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Komitmen bersama ini pada akhirnya tentu akan berimbas pada peningkatan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” sebutnya.
Daftar Harga TBS Sawit Riau 28 Oktober–3 November 2026
Berikut rincian harga TBS kelapa sawit kemitraan plasma berdasarkan kelompok umur tanaman:
- Umur 3 tahun: Rp2.914,96/kg
- Umur 4 tahun: Rp3.306,87/kg
- Umur 5 tahun: Rp3.505,58/kg
- Umur 6 tahun: Rp3.658,76/kg
- Umur 7 tahun: Rp3.737,46/kg
- Umur 8 tahun: Rp3.781,70/kg
- Umur 9 tahun: Rp3.785,87/kg
- Umur 10–20 tahun: Rp3.765,41/kg
- Umur 21 tahun: Rp3.705,94/kg
- Umur 22 tahun: Rp3.648,87/kg
- Umur 23 tahun: Rp3.587,99/kg
- Umur 24 tahun: Rp3.521,23/kg
- Umur 25 tahun: Rp3.446,18/kg
- Umur 26 tahun: Rp3.400,66/kg
- Umur 27 tahun: Rp3.354,92/kg
- Umur 28 tahun: Rp3.310,39/kg
- Umur 29 tahun: Rp3.293,40/kg
- Umur 30 tahun: Rp3.279,24/kg
Dengan kenaikan tersebut, harga TBS sawit plasma Riau kembali menguat setelah mengalami penurunan pada periode sebelumnya.
Kenaikan harga ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan petani kelapa sawit, khususnya yang tergabung dalam pola kemitraan plasma di Provinsi Riau.










