oleh

Beredar Surat Penyaluran Donasi Tempat Ibadah Palsu, Nama Sekda Bengkalis Dicatut

BENGKALIS– Pencatutan nama pejabat Pemkab Bengkalis kembali terjadi, kali ini atas nama Sekretaris Daerah Bustami HY. Pencatutan nama Sekda tersebut tertuang dalam surat pemberitahuan, yang seolah-olah dikeluarkan dan ditandatangi langsung Bustami HY.

Namun tentu saja surat yang isinya tentang penyaluran donasi untuk tempat ibadah dan yayasan/panti itu palsu alias hoaks. Isi surat palsu bernomor 920/5758/401.313.9/2021 itu menyebutkan, untuk tempat ibadah ataupun yayasan/panti yang masuk dalam daftar penerima donasi, akan diseleksi terlebih dahulu, oleh tim yang telah dibentuk oleh Bupati Bengkalis.

banner 300x250

Kemudian, dalam surat tertanggal 13 September 2021 itu juga disebutkan, penerima donasi harus mempunyai nomor rekening bank atas nama lembaga dan disertakan Laporan Penggunaan Donasi (LPD).

Dikarenakan pandemi Covid-19, maka penyaluran donasi dilakukan dengan cara transfer antar rekening bank. Terkait, beredarnya surat penyaluran donasi palsu itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Bengkalis, Johansyah Syafri, mengimbau kepada masyarakat agar jangan percaya.

Menurut pejabat yang akrab disapa Bang Johan tersebut, ada beberapa kejanggalan dalam surat itu. Pertama gaya bahasa yang aneh dan tidak sesuai dengan kaidah tata bahasa Indonesia.

“Selain itu, penulisan surat juga tidak sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 02 Tahun 2011 tentang Pedoman Tata Naskah Dinas di Lingkungan Pemkab Bengkalis”, ujar Johan.

Kemudian sambungnya, kop surat, tanda tangan Sekda dan stempel sekretariat daerah juga hasil manipulasi berupa scan. Untuk itu Johan kembali mengingatkan masyarakat, khususnya pengurus rumah ibadah atau yayasan/panti untuk tidak mempercayai hoaks tersebut, agar tidak menimbulkan kerugian, baik moril maupun materil.

#M244571ScriptRootC1191910 { min-height: 300px;text-align:center; display:block;margin:15px 0 }