PEKANBARU – Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) kini tengah memperjuangkan program corporate social responsibility (CSR) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk UMKM masyarakat adat, khususnya di Riau.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR, Datuk Seri Syahril Abubakar di sela-sela kunjungan Menteri BUMN, Erick Thohir ke Balai Adat LAMR, Jumat (26/11/2021).
“Selain untuk masyarakat lain, kami berharap melalui Menteri BUMN, CSR nya diarahkanlah juga untuk masyarakat adat,” kata Datuk Syahril.
Sementara itu, Menteri BUMN, Erick Tohir mengatakan, pihaknya mulai tahun depan akan melakukan revisi terhadap CSR dari perusahaan BUMN yang akan difokuskan pada tiga program yakni pendidikan, lingkungan hidup dan UMKM.
“Kita terlalu banyak CSR yang tidak tepat sasaran, karena itu kita memfokuskan pada tiga titik saja yaitu pendidikan, lingkungan hidup dan UMKM, insyaallah ini bisa kita sinergikan,” ujarnya.
Diketahui, Menteri BUMN ini mendorong perusahaan BUMN untuk menyalurkan CSR nya pada tiga program yakni edukasi atau bidang pendidikan, lingkungan hidup seperti menanam pohon mangrove serta program pembinaan UMKM di daerah-daerah.










