Inforiau.ID, PEKANBARU – Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru mulai memberlakukan perubahan sementara jam operasional pada sejumlah hari tertentu. Kebijakan ini diterapkan untuk mendukung pelaksanaan pengujian kekuatan tanah landasan pacu (runway) guna meningkatkan standar keselamatan dan kualitas pelayanan penerbangan.
Selama masa penyesuaian, Bandara SSK II hanya beroperasi mulai pukul 06.00 WIB hingga 15.00 WIB pada tanggal 28 Juli, 30 Juli, 6 Agustus, dan 11 Agustus 2026. Di luar tanggal tersebut, operasional bandara tetap berlangsung normal sesuai jadwal.
General Manager Bandara Internasional SSK II Pekanbaru, Achmad, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan seluruh pengguna jasa bandara atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat perubahan jam operasional tersebut.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan para pengguna jasa bandara selama pelaksanaan pekerjaan ini,” ujarnya.
Achmad menjelaskan, penyesuaian jam operasional dilakukan karena adanya pelaksanaan tes Pile Integrity Test (PIT) dan Field California Bearing Ratio (CBR) untuk menguji kondisi serta daya dukung tanah di area landasan pacu.
“Tes PIT dan Field CBR dilakukan untuk menguji kekuatan tanah sebagai bagian dari peningkatan aspek keamanan dan pelayanan bandara. Seluruh pelaksanaan pekerjaan ini telah dikoordinasikan dengan seluruh stakeholder, termasuk maskapai penerbangan,” kata Achmad.
Ia menegaskan, perubahan jam operasional hanya berlaku sementara, yakni mulai 28 Juli hingga 11 Agustus 2026 pada tanggal-tanggal yang telah ditentukan. Setelah seluruh rangkaian pengujian selesai, jam operasional Bandara SSK II akan kembali normal, yakni pukul 06.00 WIB hingga 21.00 WIB.
Menurut Achmad, seluruh maskapai penerbangan telah menerima pemberitahuan sejak beberapa bulan lalu sehingga penyesuaian jadwal penerbangan dapat dilakukan lebih awal.
“Kami telah menginformasikan kepada seluruh maskapai beberapa bulan sebelumnya sehingga penumpang yang terdampak sudah mendapatkan pemberitahuan lebih awal,” katanya.
Pihak bandara mengimbau seluruh calon penumpang untuk kembali memastikan jadwal keberangkatan maupun kedatangan pesawat kepada maskapai masing-masing agar tidak mengalami kendala selama masa penyesuaian operasional.
Sebagai informasi, Pile Integrity Test (PIT) merupakan metode pengujian yang digunakan untuk mengetahui kondisi dan integritas struktur pondasi atau lapisan tanah. Sementara Field California Bearing Ratio (CBR) adalah metode pengujian teknik sipil untuk mengukur kekuatan serta daya dukung tanah di lokasi pekerjaan.
Hasil pengujian tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kondisi landasan pacu tetap memenuhi standar keselamatan penerbangan, sehingga operasional Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru dapat berlangsung dengan aman dan optimal bagi seluruh pengguna jasa.









