Inforiau.ID – PELALAWAN – Kondisi kesehatan masyarakat di Desa Sungai Ara, Kecamatan Pelalawan, mulai memprihatinkan. Dalam kurun waktu sekitar satu bulan terakhir, warga yang bermukim di sepanjang bantaran Sungai Kampar mengaku mengalami gatal-gatal secara massal. Selain itu, sejumlah anak dilaporkan terserang muntah dan diare (muntaber). Bahkan, berdasarkan keterangan warga, seorang anak meninggal dunia setelah mengalami penyakit tersebut.
Peristiwa ini memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap dugaan penurunan kualitas air Sungai Kampar yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci hingga aktivitas rumah tangga lainnya.
Salah seorang warga, Naldo, mengatakan kondisi air sungai saat ini berubah drastis dibandingkan sebelumnya. Air terlihat keruh dengan warna menyerupai karat sehingga warga khawatir tidak lagi aman digunakan.
“Kami sudah hampir satu bulan mengalami gatal-gatal. Air sungai sekarang keruh dan seperti berkarat. Kami meminta Dinas Lingkungan Hidup segera turun mengecek kualitas air agar masyarakat mengetahui apa sebenarnya yang terjadi,” kata Naldo.
Keterangan serupa juga disampaikan seorang bidan desa yang sehari-hari memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Menurutnya, keluhan terbanyak berasal dari warga yang tinggal di sepanjang tepian Sungai Kampar.
“Rata-rata keluhan masyarakat yang tinggal di tepi perairan sekarang adalah gatal-gatal. Dugaan kami, kondisi ini berkaitan dengan faktor kualitas air,” ujarnya.
Atas kondisi tersebut, warga mendesak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pelalawan segera mengambil sampel air Sungai Kampar dan melakukan uji laboratorium. Mereka juga meminta hasil pemeriksaan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.
“Kalau memang kualitas air sudah membahayakan, jangan ditutup-tutupi. Masyarakat berhak mengetahui kondisi sebenarnya karena ini menyangkut kesehatan dan keselamatan banyak orang,” tegas Naldo.
Selain itu, warga juga menilai respons pemerintah di bidang kesehatan masih lamban. Mereka berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan tidak hanya turun setelah banyak warga jatuh sakit, tetapi juga melakukan deteksi dini, pemeriksaan kesehatan, serta langkah-langkah pencegahan agar kasus tidak semakin meluas.
“Jangan menunggu korban bertambah baru bertindak. Pemerintah harus hadir ketika masyarakat mulai menghadapi ancaman kesehatan, bukan setelah situasi menjadi darurat,” tambahnya.
Masyarakat kini menunggu langkah cepat Pemerintah Kabupaten Pelalawan untuk mengusut penyebab munculnya keluhan kesehatan tersebut. Warga mendesak investigasi dilakukan secara menyeluruh, termasuk menelusuri kemungkinan adanya faktor-faktor yang memengaruhi kualitas air Sungai Kampar.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Lingkungan Hidup maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan terkait laporan warga mengenai dugaan penurunan kualitas air Sungai Kampar serta kaitannya dengan meningkatnya kasus gatal-gatal dan muntaber di Desa Sungai Ara.
Catatan redaksi: Dugaan keterkaitan antara kualitas air Sungai Kampar dengan keluhan kesehatan warga masih menunggu hasil pemeriksaan dan uji laboratorium dari instansi berwenang. Belum ada pernyataan resmi yang menyimpulkan penyebab pasti munculnya kasus tersebut.









