Inforiau.ID, TEMBILAHAN – Teror monyet liar yang diduga agresif masih menghantui warga Kecamatan Tembilahan Hilir, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Hingga Kamis (30/7/2026), sedikitnya delapan warga dilaporkan menjadi korban gigitan satwa liar tersebut. Sebagian besar korban mengalami luka cukup serius hingga harus menjalani jahitan dan mendapatkan penanganan medis.
Seluruh korban diketahui berasal dari alamat yang berbeda-beda di wilayah Tembilahan Hilir. Kondisi tersebut menunjukkan monyet liar itu terus berpindah-pindah lokasi sehingga memperluas potensi ancaman bagi masyarakat dan meningkatkan kewaspadaan warga.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Indragiri Hilir menerjunkan sekitar 15 personel untuk melakukan pencarian dan upaya penangkapan monyet liar. Operasi pencarian telah dilakukan sejak 25 Juli 2026 dan dipimpin langsung Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Inhil, Junaidi Ismail.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, monyet tersebut pertama kali dilaporkan berada di kawasan RT 03 RW 03, Jalan Pangeran Hidayat. Dalam beberapa hari terakhir, satwa liar itu terus berpindah lokasi hingga terakhir terpantau di sekitar Jalan Handayani yang berjarak cukup jauh dari lokasi awal kemunculannya.
Sementara itu, warga di Lorong Cempaka juga melaporkan sempat melihat dua ekor monyet. Temuan tersebut menimbulkan kekhawatiran adanya lebih dari satu satwa liar yang berkeliaran di kawasan permukiman.
Beberapa korban telah mendapatkan penanganan medis. Salah satunya Zulianda (35) yang telah menerima vaksin dan menjalani perawatan di Puskesmas Gajah Mada. Sementara Misnawati (62) harus dirawat di RSUD Puri Husada setelah mengalami luka gigitan yang mengharuskannya mendapatkan 14 jahitan serta suntikan antirabies.
Menurut keterangan warga, monyet tersebut menyerang secara tiba-tiba tanpa adanya provokasi. Dalam salah satu kejadian, satwa liar itu bahkan masuk ke bawah kolong rumah saat korban sedang beristirahat sebelum akhirnya menerkam korban.
Dalam proses pencarian, personel Damkar juga mendapat bantuan dari kepolisian. Sejumlah personel kepolisian terlihat menyisir lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian monyet dengan membawa senapan angin sebagai langkah antisipasi apabila satwa tersebut kembali menyerang dan membahayakan keselamatan masyarakat maupun petugas.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Indragiri Hilir, Junaidi Ismail, menegaskan pihaknya akan terus melakukan penyisiran hingga monyet tersebut berhasil diamankan.
“Sejak laporan kami terima, kami langsung menurunkan sekitar 15 personel untuk melakukan pencarian. Saya juga ikut turun langsung bersama tim karena keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama.”
“Yang menjadi perhatian kami bukan hanya jumlah korban yang sudah mencapai delapan orang, tetapi lokasi korbannya juga tersebar di beberapa titik. Artinya, monyet ini terus berpindah-pindah sehingga berpotensi menimbulkan korban baru. Kami juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam pelaksanaan pencarian di lapangan,” ujar Junaidi.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangkap monyet tersebut secara mandiri karena dapat membahayakan keselamatan.
“Apabila masyarakat melihat keberadaan monyet tersebut, segera laporkan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau pihak berwenang. Jangan mencoba menangkap atau memancing satwa tersebut. Kami akan terus melakukan pencarian hingga berhasil diamankan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman,” tutupnya.









