Inforiau.ID, PELALAWAN – Bupati Pelalawan H. Zukri kembali memimpin rapat lanjutan terkait percepatan penyelesaian ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat Kecamatan Kuala Kampar, khususnya petani dan nelayan. Rapat digelar pada Jumat (31/7/2026) di Rumah Dinas Bupati Pelalawan.
Rapat tersebut dihadiri Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, Kepala Kejaksaan Negeri Pelalawan Dr. Eka Nugraha, Pabung Kodim 0313/KPR Mayor Inf. Lilik Haryono, Sekretaris Daerah Pelalawan Tengku Zulfan, Sub Koordinator Pengawasan Pendistribusian BBM BPH Migas Dedi Armansyah, Sales Area Manager Retail Riau PT Pertamina Patra Niaga Wilson Eddi Wijaya, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Hanafie, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.
Rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari upaya Pemerintah Kabupaten Pelalawan dalam mempercepat akses BBM bagi masyarakat Kuala Kampar yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan pasokan.
Dalam pertemuan itu, Bupati Zukri meminta Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama PT Pertamina Patra Niaga segera membuka penyaluran BBM ke wilayah Kuala Kampar.
“Saya sudah menyurati BPH Migas dan Pertamina sejak April. Namun hingga hari ini BBM belum juga tersalurkan ke Kuala Kampar. Saya minta agar penyaluran BBM segera dibuka sehingga masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar,” tegas Zukri.
Menurut Zukri, persoalan tersebut bukan hanya menyangkut distribusi energi, tetapi juga berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. Sebagian besar warga Kuala Kampar menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian dan perikanan yang sangat bergantung pada ketersediaan BBM.
“Kelangkaan BBM menyebabkan aktivitas petani dan nelayan terganggu. Bahkan ada petani yang tidak bisa memanen hasil pertaniannya karena keterbatasan bahan bakar. Ditambah lagi mereka harus menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk memperoleh BBM. Ini menjadi beban yang sangat berat bagi masyarakat Kuala Kampar,” ujarnya.
Bupati Zukri berharap BPH Migas bersama PT Pertamina Patra Niaga segera mengambil langkah konkret agar distribusi BBM ke Kuala Kampar dapat segera direalisasikan, sehingga aktivitas pertanian, perikanan, dan perekonomian masyarakat kembali berjalan normal.










