Inforiau.ID, PELALAWAN – Pemerintah Kabupaten Pelalawan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Agung Ulul Azmi, Pangkalan Kerinci, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan, memperbanyak shalawat, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah berbagai ujian dan musibah yang sedang dihadapi bangsa Indonesia.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Pelalawan, Sekretaris Daerah Kabupaten Pelalawan Tengku Zulfan, para Asisten Setda, kepala OPD, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pelalawan.
Tausiyah dalam kegiatan tersebut disampaikan Ustadz Dr. H. Maghfiroh, M.A.
Wakil Bupati Pelalawan Husni Tamrin dalam sambutannya mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk memperkuat keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Terlebih, saat ini Indonesia tengah menghadapi berbagai musibah, mulai dari gempa bumi, kabut asap, hingga aktivitas gunung berapi.
“Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, mari kita bersama-sama bershalawat dan memanjatkan doa agar Allah SWT memberikan perlindungan kepada bangsa Indonesia, khususnya Kabupaten Pelalawan, sehingga dijauhkan dari berbagai musibah dan bencana,” ujar Husni.
Husni juga mengajak masyarakat untuk terus memanjatkan doa agar Allah SWT segera menurunkan hujan.
Menurutnya, hujan sangat diharapkan dapat membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang saat ini berdampak terhadap munculnya kabut asap.
Selain itu, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah sebagai upaya menjaga kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, dan ibu hamil.
Husni menilai berbagai kondisi alam yang terjadi saat ini hendaknya menjadi pengingat bagi masyarakat untuk melakukan introspeksi diri.
Tidak hanya itu, kepedulian terhadap lingkungan serta penguatan nilai-nilai keagamaan juga dinilai penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.
Momentum tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, nilai-nilai persatuan, kepedulian sosial, dan semangat kebersamaan dapat semakin kuat dalam menghadapi berbagai tantangan yang terjadi.










