Lestarikan Bahasa Melayu, 51 SMP di Meranti Ikuti Ajang Bulan Bahasa

banner 468x60

Inforiau.ID, MERANTI – Sebanyak 51 Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Kepulauan Meranti ambil bagian dalam ajang Semarak Bulan Bahasa 2026 yang digelar di Afifa Sport Center, Selatpanjang, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan yang diikuti ratusan pelajar dari berbagai wilayah tersebut menjadi ajang mengasah kemampuan berbahasa sekaligus melestarikan sastra dan budaya Melayu di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

banner 400x400

Dari proses seleksi awal yang dilaksanakan secara daring, sebanyak 108 pelajar berhasil melaju ke babak final untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam berbagai perlombaan kebahasaan.

Semarak Bulan Bahasa 2026 secara resmi dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Meranti, Sudandri Jauzah, yang hadir mewakili Bupati Kepulauan Meranti.

Dalam sambutannya, Sudandri menegaskan pentingnya membangun generasi muda yang tidak hanya mahir menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa asing, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kelestarian bahasa daerah.

“Generasi muda harus mampu menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan menguasai bahasa asing. Namun yang tidak kalah penting, mereka harus tetap bangga menggunakan serta melestarikan Bahasa Melayu sebagai kekayaan identitas kita,” tegas Sudandri.

Menurutnya, bahasa Melayu merupakan bagian dari identitas dan warisan budaya masyarakat Kepulauan Meranti yang harus terus dijaga agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Karena itu, ia mendorong seluruh sekolah untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang mampu meningkatkan keberanian siswa dalam menyampaikan gagasan, baik melalui komunikasi langsung maupun karya sastra.

Kemampuan berbahasa yang baik, lanjutnya, juga menjadi modal penting bagi pelajar dalam mengembangkan pola pikir kritis, kreativitas, serta keterampilan berkomunikasi.

Sementara itu, Penyuluh Bahasa Balai Bahasa Provinsi Riau, Khairul Azmi, menyampaikan dukungan terhadap penguatan literasi dan pelestarian bahasa daerah di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Ia mengungkapkan adanya alokasi bantuan sebanyak 200 eksemplar buku bacaan dari pemerintah pusat untuk 40 sekolah di wilayah tersebut.

Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkaya bahan bacaan sekaligus meningkatkan minat literasi pelajar, khususnya di daerah kepulauan.

Khairul juga mengingatkan para tenaga pendidik agar tidak menjadikan keterbatasan anggaran maupun fasilitas sebagai penghalang dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas.

“Anggaran boleh terbatas, tetapi gagasan kita tidak boleh terhenti. Fasilitas boleh sederhana, namun pembelajaran harus tetap bermakna dan komitmen kita untuk mendidik anak-anak tidak boleh berkurang sedikit pun,” pesannya.

Di sisi lain, Wakil Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Kepulauan Meranti, Syafi’i, menjelaskan bahwa Semarak Bulan Bahasa merupakan bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai Sumpah Pemuda melalui penguatan bahasa dan sastra.

Menurutnya, pelaksanaan seleksi dengan sistem hibrida dilakukan untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada pelajar dari berbagai pulau, termasuk wilayah terluar Kepulauan Meranti.

Ketua Panitia Pelaksana, Rudi Hartono, mengatakan sebanyak 51 SMP mengikuti kompetisi tingkat kabupaten tersebut.

Dari seluruh peserta yang mengikuti tahapan seleksi daring, panitia menetapkan 108 pelajar untuk bersaing pada babak final yang dipusatkan di Selatpanjang.

Adapun empat cabang perlombaan yang dipertandingkan meliputi mendongeng berbahasa Melayu, melantunkan syair, berpidato, dan menulis aksara Melayu.

Melalui kegiatan ini, para pelajar diharapkan semakin mencintai bahasa dan sastra Melayu serta mampu menjadi generasi penerus yang menjaga kelestarian budaya daerah.

Semarak Bulan Bahasa juga diharapkan menjadi wadah berkelanjutan untuk menggali potensi dan melahirkan talenta muda berprestasi di bidang kebahasaan dan kesastraan di Kabupaten Kepulauan Meranti.

banner 970x250