Pesparani Katolik III Riau Resmi Dibuka, Pemprov Siapkan Dukungan ke Nasional

banner 468x60

Inforiau.ID, PEKANBARU – Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik III Provinsi Riau resmi dibuka di SD Santa Maria Pekanbaru, Jumat (30/10/2026). Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari 14 paroki yang tersebar di 10 kabupaten/kota se-Riau.

Pembukaan Pesparani tahun ini membawa kabar baik bagi umat Katolik. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memberikan dukungan pembiayaan melalui Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Riau untuk persiapan menghadapi Pesparani Nasional IV Tahun 2027 di Manado, Sulawesi Utara.

banner 400x400

Ketua LP3KD Riau, Pandapotan Sitanggang, menyambut baik perhatian pemerintah daerah tersebut. Menurutnya, dukungan ini menjadi langkah penting setelah tujuh tahun LP3KD Riau dibentuk melalui Surat Keputusan Gubernur Riau pada 2019.

“Ini menjadi kabar baik bagi kami. Kami menyambut dengan penuh sukacita perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi Riau. Setelah tujuh tahun LP3KD terbentuk, akhirnya ada perhatian nyata terhadap kebutuhan pembinaan umat Katolik melalui lembaga ini,” ungkap Pandapotan.

Ia menjelaskan, dukungan anggaran tersebut sangat dibutuhkan untuk mempersiapkan kontingen Riau menuju kompetisi tingkat nasional. Diperkirakan sebanyak 145 peserta dan pendamping akan terlibat dalam keberangkatan tersebut.

Sebelumnya, LP3KD Riau telah berkoordinasi dengan Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Riau untuk membahas kebutuhan kontingen, termasuk biaya perjalanan dan penyediaan pakaian adat Melayu.

Pakaian adat Melayu nantinya diharapkan menjadi identitas kontingen Riau sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan budaya Bumi Lancang Kuning kepada peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kami berharap dukungan pemerintah daerah dapat terus diperkuat sehingga seluruh kontingen memiliki kesempatan untuk berpartisipasi secara optimal,” ujarnya.

Pandapotan menegaskan, Pesparani tidak hanya menjadi ajang perlombaan seni suara dan liturgi gerejawi, tetapi juga wadah pembinaan iman, pengembangan bakat, serta mempererat persaudaraan antarumat.

Ia juga memastikan umat Katolik di Riau siap terus bersinergi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dan mendukung pembangunan.

“Umat Katolik juga merupakan bagian dari masyarakat Riau. Kami ingin terus berjalan bersama pemerintah, berkontribusi dalam pembangunan, serta menjaga kerukunan dan persatuan. Melalui LP3KD, pembinaan umat menjadi salah satu jalan untuk memperkuat kontribusi tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto, dalam sambutan yang dibacakan Jon Pinem, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Pesparani Katolik III Riau.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam membina kehidupan rohani umat melalui paduan suara, pendalaman Kitab Suci, dan mazmur.

Selain mengembangkan kemampuan seni, Pesparani juga menjadi sarana menanamkan kedisiplinan, kerja sama, serta membangun kepercayaan diri generasi muda.

Pemerintah daerah turut mengapresiasi para pastor, suster, guru, pelatih, dan orang tua yang selama ini mendampingi anak-anak dalam mengembangkan kemampuan serta memperkuat nilai-nilai keagamaan.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan lahir generasi muda Riau yang memiliki karakter kuat, berprestasi, serta mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Sebelum pembukaan, rangkaian Pesparani Katolik III Riau diawali dengan Misa Syukur di Gereja Santa Maria Fatima Pekanbaru yang dipimpin Uskup Keuskupan Padang, Mgr. Vitus Rubianto Solichin, S.X.

Ketua Panitia Pesparani III Riau, Probel Sihombing, mengatakan kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antarparoki se-Kevikepan Santo Paulus Riau.

Sejumlah cabang perlombaan dipertandingkan, mulai dari paduan suara, mazmur, tutur Kitab Suci, hingga cerdas cermat rohani.

Pembukaan Pesparani turut dihadiri Anggota DPRD Riau Monang Pasaribu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Riau Mulyardi, Pembimbing Masyarakat Katolik Kanwil Kementerian Agama Riau Alimasa Gea, serta Vikaris Episkopal RD Alexius Sudarmanto.

Hadir pula perwakilan organisasi keagamaan, di antaranya PGI, Permabudhi, Walubi, PHDI, Matakin, dan PGLII. Kehadiran berbagai unsur lintas agama tersebut mencerminkan semangat toleransi dan kebersamaan di Provinsi Riau.

Pesparani Katolik III Riau dijadwalkan berlangsung hingga Minggu (1/11/2026). Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan pengumuman pemenang setelah pelaksanaan Misa Penutupan.

banner 970x250