Paslon Pilkada Kuansing Diam Soal Konflik Siberakun vs Duta Palma, Pengamat: Ada Apa?

banner 468x60

PEKANBARU – Pengamat Politik dan Pemerintah Riau, Tito Handoko menyoroti para Bakal Calon Kepala Daerah di Kuantan Singingi yang sampai hari ini masih bungkam terkait konflik lahan di desa Siberakun, Kuantan Hilir, Kuansing. Dimana saat ini, masyarakat Siberakun tengah berkonflik dengan PT Duta Palma Nusantara.

Sejauh ini, kata Tito, ada tiga Paslon yang hampir dipastikan melaju di Pilkada Kuansing. Tapi satupun diantara mereka tidak ada yang concern terhadap isu ini, minimal memberikan support oral atau berbicara di depan publik.

banner 400x400

Tiga Paslon yang dimaksud adalah Bupati Petahana Mursini dengan Indra Putra, Wakil Bupati Kuansing Halim dengan Komperensi, dan Ketua DPRD Kuansing Andi Putra dengan Suhardiman Amby.

Jika dilihat dari track record semua Paslon, mereka, sambung Tito, bukan orang baru dan sudah lama menjadi elite politik baik di tingkat kabupaten maupun Provinsi. Tentunya, sangat memahami persoalan di Siberakun.

Diakui Tito, isu lingkungan dan konflik lahan memang sering terlupakan dalam kemasan kampanye setiap Paslon di Pilkada. Padahal, saat ini hampir di setiap daerah ada kasus-kasus seperti Siberakun ini.

“Atensi dari calon kepala daerah tidak ada ke Duta Palma ini. Apalagi peran Bupati Mursini dan wakilnya Halim. Kemana mereka saat masyarakat ingin mengadukan masalah ini? Ada apa ini? Apakah mereka sudah tersandera?” ujar Tito.

Malahan sekarang, lanjutnya, yang banyak berbicara soal Siberaku adalah anggota DPRD Riau dari Kuansing dan Komisi II pada umumnya. Harusnya, sebagai elite politik lokal mereka bisa memberi perlindungan pada masyarakat.

Kasus Duta Palma ini harus jadi catatan soal kepedulian elite politik lokal terhadap isu lingkungan, terutama dalam hal memperjuangkan hak masyarakat.

“Lihat sekarang, yang bicara keras hanya anggota DPRD Riau, Marwan Yohanis yang tidak ada kepentingan maju di Pilkada Kuansing,” tuturnya.

Masyarakat Kuansing, lanjut dosen Fisip Unri ini, sangat merindukan sentuhan-sentuhan dari elite lokal terhadap perlindungan hak mereka. Sehingga isu Duta Palma harus dijadikan bahan utama kampanye semua Paslon.

“Saya melihat ada kerinduan dari masyarakat terhadap sentuhan elite-elite lokal yang bisa melindungi mereka dari korporasi. Ini malah dibiarkan masyarakat melawan korporasi sebesar Duta Palma, hanya didampingi IKKS, LSM, dan DPRD Riau,” tutupnya.

banner 970x250