PEKANBARU – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau, Prof Dr Nazir Karim mengecam keras pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang melakukan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW dalam bentuk karikatur.
“Saya cukup sering ke Prancis dan saya kagum dengan Prancis, tapi dengan adanya ini, ini sangat luar biasa. Macron, anak muda yang tak punya perhitungan. Dia seorang presiden di negara yang demokrasinya sangat matang,” ujar Nazir kepada GoRiau.com, Jumat (30/10/2020).
Nazir berharap, Macron bisa menarik ucapannya kembali dan menghentikan penyebaran kartun bergambar Nabi Muhammad SAW, karena ini akan memicu perseteruan antar ummat beragama di Dunia.
Penyebaran kartun ini merupakan bentuk penistaan agama yang sangat luar biasa, dan Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) sendiri sudah mengeluarkan putusan bahwa kebebasan berpendapat tidak boleh menyinggung agama dan kepercayaan.
“Ini masalah keyakinan dan di Alquran sudah disebutkan ‘lakum dinukum waliyadin, jadi jangan sentuh hal yang sensitif, seperti agama ini,” katanya.
Nazir menambahkan, sebagai Ummat Islam, wajib baginya mengutuk hal ini, karena yang mencintai Nabi bukan hanya Ummat saja, tapi juga Allah SWT. Bahkan, dalam surat Al-Ahzab ayat 56, disebutkan bahwa Allah dan para malaikat bershalawat kepada Nabi.
“Begitulah Allah SWT memberi kedudukan pada Nabi, saya kira ini sengaja dibuat untuk memprovokasi ummat, sehingga nanti terjadi intimidasi yang semakin menjadi-jadi kepada Ummat,” lanjutnya.
Nazir berharap, semua Ummat muslim untuk tidak terpancing dengan ini, apalagi sampai menyeret-nyeret agama tertentu, sebab Macron menurutnya berbicara sebagai Presiden, bukan dari agama tertentu.
“Kita tidak menginginkan adanya clash di tengah masyarakat, langkah boikot seperti di negara-negara lain juga sangat bagus. Yang penting kita jangan mengusik ummat lain, karena itu akan memperkeruh keadaan,” tuturnya
“Mudah-mudahan pemerintah bisa lebih keras lagi, jangan hanya mengutuk biasa, harus ada aksi nyata. Sebagai negara dengan ummat Islam terbanyak, kita harus jadi imam dalam memberikan perlawanan,” pungkasnya.









