TELUKKUANTAN – Progres realisasi keuangan APBD Kuantan Singingi (Kuansing), Riau tahun anggaran 2020 per 31 Oktober 2020 baru mencapai 56,88 persen.
Hal itu disampaikan Burhanudin, Kabag Administrasi Pembangunan Setda Kuansing usai rapat evaluasi realisasi fisik dan keuangan di ruang multimedia Kantor Bupati Kuansing, Rabu (11/11/2020) siang.
Burhan menyatakan ada beberapa hal yang menyebabkan serapan APBD Kuansing tahun 2020 masih di angka 56,88 persen pada akhir Oktober, seperti terkait belanja modal.
“Ada pengaruh belanja modal. Karena, belanja modal itu dibayarnya di akhir tahun, sebab pekerjaan kontrak selesai pada Desember,” ujar Burhan.
Dikatakan Burhan, untuk realisasi fisik baru mencapai 57,67 persen. Beberapa dinas, yakni PUPR, Perkimtan dan Disparbud masih di bawah 50 persen realisasinya.
“Jadi, memang masih rendah karena serapan belanja modal rendah. Selain itu, belanja Bankeu karakternya terserap banyak di akhir tahun,” ujar Burhan.
Serapan APBD Kuansing melalui SP2D sudah mencapai 56,88 persen atau senilai Rp805,4 miliar lebih. Masih tersisa sekitar 43,12 persen atau senilai Rp601,6 miliar dari total APBD 2020 senilai Rp1,4 triliun.
Sementara itu, Pjs Bupati Kuansing Roni Rakhmat meminta seluruh OPD menggesa kegiatan fisik agar selesai tepat waktu. Terlebih, saat ini musim hujan yang sering menyebabkan banjir. Tentunya, akan berdampak pada pekerjaan kegiatan.
“Sekarang masih ada waktu sekitar 50 hari sebelum tahun 2020 berakhir, saya minta waktu yang sedikit ini dimanfaatkan secara maksimal. Gesa kegiatan-kegiatan fisik,” ujar Roni.










