SIAK – Bekas rumah dinas wedana di Mempura, Kabupaten Siak, Riau yang pernah menjadi Kantor Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Siak sedang dalam revitalisasi dan diperkirakan akan selesai dalam waktu dekat sebelum pergantian tahun.
Pantauan GoRiau.com, pada plang proyek revitalisasi kota Pusaka Siak Sri Indrapura (rumah dinas wedana) itu dikerjakan oleh CV Kelakap Indah dengan konsultan pengawas PT Bumi Marna Indonusa.
Revitalisasi bangunan tua yang masuk dalam cagar budaya ini terkesan dipaksakan. Sebab, awalnya anggaran untuk merenovasi bangunan itu diusulkan Rp1,9 miliar. Namun dengan alasan pandemi Covid-19, anggaran dipangkas 50 persen menjadi Rp999 jutaan dan renovasi bangunan itu tetap dilakukan.
Pipin, sebagai pelaksana Proyek revitalisasi cagar budaya itu mengakui hal itu. Ia bahkan menyebutkan tidak banyak perubahan bangunan dari bentuk asli dengan setelah direnovasi. Sebab katanya, keaslian bangunan cagar budaya tidak boleh dihilangkan.
“Kita cuma mengganti atap (genteng), mencat ulang dinding bangunan dengan cat Nippon, serta mengecat ulang kunsen jendela dan pintu. Selanjutnya mengganti pintu dan jendela yang rusak, untuk yang masih bagus tidak kita ganti. Kita juga mengganti beberapa keramik yang rusak,” kata Pipin.
Dijelaskan Pipin pagi itu, Kamis (3/12/2020), ada beberapa jendela yang tidak diganti karena memang masih bagus. Untuk jendela yang kondisinya rusak berat, baru diganti. Begitu juga dengan pintu bangunan.
“Kalau atap itu gentengnya semua diganti kecuali yang bagian teras. Kita pesan genteng yang sama dengan aslinya di Muara Bungo, Jambi. Bahkan, keramik yang rusak juga kita pesan dengan motif yang sama di Jogyakarta,” imbuhnya.
Masa kerja 210 hari dengan tenaga kerja 12 orang, kata Pipin, renovasi bangunan ini bisa diselesaikan sesuai dengan anggaran yang ada itu (Rp999 jutaan).
“Pekerjaannya tidak terlalu banyak kok, karena anggarannya dipangkas dari Rp1,9 miliar jadi Rp999 jutaan. Ini selesai sebelum akhir tahun,” kata Pipin.
Sementara itu, Kabid Cipta Karya Dinas PU Tarukim Siak, Husin saat dihubungi GoRiau.com mengaku sedang dalam rapat dan menyarankan untuk menghubungi stafnya jika ada hal yang ingin diketahui tentang revitalisasi cagar budaya tersebut.
“Saya sedang rapat, nanti ketemu Bu Nova saja ya,” katanya dalam pesan singkat melalui WhatsApp.










