PEKANBARU – Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Sabarudi menilai pengawasan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terhadap ketahanan pangan di Pekanbaru masih belum kuat.
Pasalnya, menjelang perayaan natal dan tahun baru 2021, sejumlah komoditas pangan di Pekanbaru mulai berangsur merangkak naik. Hal ini diperparah dengan kondisi pandemi Covid-19.
“Kalau saya lihat pengawasannya belum kuat kemarin salah satu solusi adanya pasar induk. Tapi saat ini pembangunan pasar induk juga lagi bermasalah,” kata Sabarudi, Kamis (17/12/2020).
Sebagai informasi, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan cukup signifikan, diantaranya telur ayam yang dari Rp 38 ribu/papan menjadi Rp 52 ribu/papan. Begitu juga dengan harga ayam, dimana harga ayam kecil Rp 30 ribu/kg dan ayam ukuran besar Rp 35 ribu/kg.
Harga cabe juga ikut merangkak naik, dimana cabe dari harga Rp 48 ribu/kg, saat ini mencapai angka Rp 60 ribu/kg.
Melihat harga yang mulai naik tersebut, Sabarudi mengingatkan Pemko untuk meningkatkan pengawasan supaya para pemasok sembako di Pekanbaru tidak semena-mena dalam menentukan harga.
“Bahan pokok yang sudah diketahui naik harus dikontrol, agar kenaikannya tidak ‘liar’,” pungkasnya.










