PANGKALAN KERINCI –Wakil Ketua Dewan Perwakikan Rakyat Daerah (DPRD) Pelalawan, H Syafrizal, SE mendorong pemanfaatan gas metan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kemang, sebagai energi alternatif.
“Selasa kemarin, saya melihat proses pengolahan sampah di TPA Kemang,” ungkapnya
Syafrizal yang saat peninjauan TPA Kemang didampingi anggota DPRD Pelalawan, Carles, S.Sos melihat adanya sumber gas metan yang dihasilkan oleh TPA Kemang.
“Saya juga melihat, disana sudah ada sumber gas metan yang bisa dimanfaatkan sebagi energi alternatif,” katanya.
Untuk itu, ia mendorong pemanfaatkan gas metan TPA Kemang dapat disalurkan ke rumah-rumah warga di sekitar TPA Kemang sebagai energi alternatif pengganti gas elpiji.
“Harapannya agar dinas terkait dapat mengelola gas metan itu tersalur ke rumah warga di lingungan TPA. Tentunya ini sangat bermanfaat,” tandas politisi PDIP.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pelalawan, Eko Novita mengatakan, pemanfaatan TPA Kemang baru 25 persen menjadi sumber gas metan.
“Sekarang baru memanfaatkan 25 persen TPA menjadi sumber gasnya. Untuk saat ini, kita baru memanfaatkan gas sebatas di rumah jaga TPA saja,” sebutnya.
Namun jika ingin dimanfaatkan oleh rumah tangga sebagai energi alternatif, kata Eko, harus ada instalasi penyaluran gas metan ke rumah-rumah warga.
“Itu bisa disalurkan ke rumah masyarakat kalau ada jaringan pipa gasnya. Untuk sekarang bisa dimanfaatkan sekitar 50 rumah tangga di sekitar TPA Kemang,” jelasnya.
Pemasang instalasi gas ke rumah-rumah warga, menurut Eko, membutuhkan biaya dan kajian terlebih dahulu. Namun ia memastikan, sumber energi gas metan tersedia di TPA Kemang.
“Kalau memang mau disalurkan ke rumah warga, tinggal menyiapakan jaringannya,” pungkasnya, Rabu (3/2/2021), kepada GoRiau.com..










