Kunjungan Pasien ke RSUD Kepulauan Meranti Meningkat Drastis, Fajar Triasmoko: Kita akan Terus Berbenah Meningkatkan Pelayanan kepada Masyarakat

banner 468x60

SELATPANJANG – Kerja keras pihak manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kepulauan Meranti yang terus berbenah meningkatkan pelayanannya bagi masyarakat mulai membuahkan hasil. Hal itu terlihat dari kunjungan pasien ke RSUD dalam beberapa minggu terakhir ini mengalami peningkatan yang drastis.

Hal itu dibuktikan dengan angka peningkatan kunjungan pasien rawat inap dan rawat jalan, dimana dalam kurun waktu kurang dari satu bulan (26 hari), pihak rumah sakit sudah mendapatkan kunjungan sebanyak 3.232 pasien dengan persentase 4 persen dalam periode 15 Februari sampai dengan 12 Maret 2021 atau bertambah 223 pasien dari kepemimpinan direktur sebelumnya periode 20 Januari-14 Februari yang hanya 3.009 pasien.

banner 400x400

Kemudian, kenaikan kunjungan juga terjadi di sektor layanan rawat inap yang naik sebesar 12 persen dengan total kenaikan menjadi 563 pasien atau bertambah 121 pasien dengan kurun waktu yang sama yang sebelumnya hanya 442 pasien.

Plt Direktur RSUD Kepulauan Meranti, Fajar Triasmoko ST MT mengungkapkan bahwa peningkatan kunjungan pasien ke RSUD tentunya didorong oleh kebersihan, pelayanan, kenyamanan. Kemudian kepercayaan yang diperoleh dari masyarakat tak lepas dari perubahan sistem serta pelayanan dan perbaikan infrastruktur di rumah sakit yang dipimpinnya yang terus diperbarui disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Peningkatan itu belum lagi dijalankannya program integrasi data kependudukan dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Layanan itu terkait dengan upaya pembenahan dan inovasi untuk memberikan kemudahan pelayanan berobat bagi pasien.

Ditambahkan Fajar, program yang disusun ini sesuai dengan instruksi Bupati Kepulauan Meranti, H Muhammad Adil SH yang ingin menerapkan program ‘Ketuk Pintu dan Layani dengan Hati’. Selain itu pula ingin menjadikan RSUD Kepulauan Meranti sebagai rumah sakit rujukan yang merupakan salah satu dari 7 program strategis bupati terpilih tersebut.

“Kita akan terus berbenah meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Peningkatan itu tidak selalu harus dengan pembuatan gedung atau pengadaan fasilitas mewah. Tanpa ada dedikasi, loyalitas dan inovasi, maka itu semua tidak akan berarti. Dengan lahirnya program ini nanti, maka setiap pasien yang akan berobat ke RSUD cukup hanya membawa KTP­nya saja merupakan keinginan bupati terpilih,” ungkapnya.

Adapun yang menjadi fokus pekerjaannya adalah pelayanan yang maksimal, kebersihan tempat serta kenyamanan pasien yang sangat diutamakan. Bersama dengan jajarannya, sudah banyak perubahan signifikan yang dilakukan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pasien dan pengunjung di RSUD tersebut.

Menurut Fajar, kenaikan jumlah pasien itu juga sebagai satu indikasi masyarakat sudah tidak terlalu beranggapan terhadap stigma RSUD yang selama ini citranya sering dipandang buruk.

Fajar yang hanya bertugas selama tiga bulan sejak dari awal serah terima jabatan berjanji dan bertekad akan membenahi semua pelayanan dan merubah wajah RSUD agar kelihatan lebih indah.

Walaupun ditengah keterbatasan anggaran, hal itu seakan-akan tidak menghambat dirinya untuk terus melakukan perbaikan. Dikatakan, walaupun tidak bisa sekaligus membenahi seluruh permasalahan yang ada, namun hal itu akan dikerjakan perlahan-lahan secara optimal, namun dengan hasil yang maksimal.

Adapun anggaran yang diperoleh untuk membenahi segala sesuatunya didapatkan dari jasa pelayanan (jaspel) direktur yang didapatkannya setiap bulan.

“Kalau dihitung-hitung jasa pelayanan yang saya dapatkan hampir Rp30 juta perbulannya dan dengan uang itu pula yang saya gunakan untuk operasional kawan-kawan yang membantu selama proses pembenahan di rumah sakit ini,” ungkap Fajar yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kepulauan Meranti.

Dengan tren peningkatan kunjungan tersebut, tentunya akan berpengaruh terhadap pendapatan yang menjadi potensi income rumah sakit. Dengan banyaknya pasien yang masuk, pihaknya juga telah berhasil mengklaim banyak tunggakan SKTM dan BPJS yang telah beberapa tahun terjadi penunggakan dan berhasil untuk menutupi defisit kas Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Dengan telah diperbaikinya semua infrastruktur dan layanan, pasien semakin ramai untuk datang berobat, dengan begitu kita bisa menambah pemasukan buat BLUD dan menutupi sejumlah defisit, mudah-mudahan akan berjalan dengan harapan nantinya,” pungkasnya.

banner 970x250