PEKANBARU – Usai menjadi sorotan sejumlah tokoh dan dijadwalkan akan dilaporkan ke aparat penegak hukum, Ketua Presidium Pusat (PP) Gerakan Aksi Mahasiswa Alumni Riau (GAMARI), Larshen Yunus, Rabu Siang (17/03/2021) akhirnya mendatangi Polresta Pekanbaru.
Larshen didampingi rekannya sesama aktivis di PP Gamari untuk menyerahkan diri terkait adanya keinginan pihak Korem 031/Wirabima yang hari ini akan melaporkannya menyangkut isi pemberitaan sebelumnya.
“Saya ini cuma ingin menyerahkan diri, kalau memang salah silahkan untuk ditahan, tidak ada masalah,” katanya saat ditemui di Lantai 3, unit II Jatanras Reskrim Mapolresta Pekanbaru, Rabu (17/3/2021).
Larshen juga meminta dan memohon maaf kepada pihak Korem 031/WB jika memang keterangan yang dia sampaikan di media terkait mobil dinas TNI terdapat informasi yang salah dan merugikan Korem.
“Jujur pak, saya sangat mohon maaf dan petunjuk dari Kakanda Danrem 031/Wirabima, mungkin apa yang pernah saya sampaikan ke sejumlah media itu keliru. Kami mengakui, bahwa cara kami mencintai TNI sudah keliru,” ujarnya.
Diakui Larshen, dirinya sama sekali tidak memiliki keinginan apapun dalam pemberitaan perihal mobil jenis Reo milik TNI itu. Kakeknya, sambung Larshen, merupakan mantan prajurit TNI, dan dia tidak ikhlas jika mobil dinas itu diperjualbelikan.
“Jadi, apa yang saya sampaikan itu wujud kecintaaan saya dengan TNI. Rasanya sangat tak ikhlas, kalau saya melihat ada unit milik TNI diperjualbelikan. Darah saya rasanya mendidih melihat itu semua. Bapak dengar sekali lagi, didalam tubuh saya ini, mengalir darah TNI,” tegasnya lagi.
Dia menambahkan, permohonan maaf itu sebagai wujud tanggung jawab dia sebagai makhluk yang tak luput dari khilaf dan kesalahan. Atas nama pribadi dan lembaga yang dia piimpin, dia kembali meminta maaf kepada Danrem 031/WB, Brigjen TNI Syech Ismed beserta jajaran.
“Saya minta maaf kepada yang mulia dan yang terhormat, kakanda Brigjen TNI Syech Ismed, karena atas pemberitaan tersebut membuat kita semua tidak nyaman,” imbuhnya.
Sebelumnya Aktivis Larshen Yunus juga menerima banyak masukan, saran dan nasehat dari beberapa senior Gamari, yang meminta dirinya segera menyelesaikan masalah tersebut dengan sebaik-baiknya.
“Dek selesaikan segera masalahmu itu, jangan berlarut-larut. Kader Gamari harus tangguh dan juga mesti berani bertanggung jawab,”” kata Larshen menirukan saran seniornya itu.
Terakhir dirinya berharap, persoalan dirinya dengan Korem 031/Wirabima, khususnya kepada Danrem Syech Ismed bisa tuntas dan selesai dengan sebaik-baiknya.
“Harapan saya tentunya ke depan, Gamari di Riau bisa berjalan seiring dengan program-program Korem 031/Wirabima serta agar kedepannya sinergitas dan tali silaturrahim dapat kembali diperbaiki,” pungkasnya.
Sementara itu, pihak Polresta Pekanbaru melalui Penyidik mengaku tidak bisa memproses keinginan Larshen Yunus tersebut.
“Kita belum ada terima laporan terkait apa yang disampaikan saudara Larshen Yunus. Sehingga proses penahanan tidak bisa kita lakukan. Lagi pula tidak semua laporan bisa kita lanjutkan dengan penahanan, semua ada prosedurnya,” tegas penyidik.










