Temukan Emak-emak di Rohil yang Punya Produk Sabun Cuci Piring, Husaimi: Pemerintah Wajib Bantu

banner 468x60

PEKANBARU – Kelompok industri rumahan di Rokan Hilir, yakni Gerbang Lestari Jaya menyampaikan aspirasi mereka terkait permintaan bantuan untuk pengadaan alat guna menunjang produk sabun cuci piring mereka, yakni starlight.

Hal tersebut terungkap saat Anggota DPRD Riau Dapil Rokan Hilir, Husaimi Hamidi menggelar reses, dimana mereka mengeluhkan minimnya bantuan dari pemerintah baik kabupaten maupun provinsi.

banner 400x400

Ketua kelompok, Hilda Veronica kepada GoRiau.com mengungkapkan, usaha ini sudah dia jalani selama kurang lebih empat tahun, dan segala macam izin sudah dia urus supaya produk ini bisa turun di pasaran.

Selama empat tahun itu pula, cerita Hilda, pihaknya memproduksi sabun menggunakan alat dan bahan seadanya, mulai dari pelepah sawit, kayu, ember dan alat-alat tradisional lainnya.

“Kami butuh alat pengaduk dan pengemas, supaya produk kami lebih bagus dan lebih higienis,” kata Hilda, Minggu (28/3/2021).

Pemerintah, sambungnya, pernah memberikan bantuan dalam bentuk kemasan sachet 500 ml sebanyak 1000 lembar, namun ini belum bisa dipakai karena mereka tidak punya alat pengemas

Disampaikan dia, sebenarnya pihaknya menginginkan produk ini bisa dikemas dalam kemasan isi 250 ml supaya bisa dijual dengan harga lebih ekonomis, yakni Rp 2000. Jika, ini bisa direalisasikan, dia yakin produknya bisa bersaing dengan produk sabun cuci piring lainnya.

Usaha produksi sabun cuci piring ini, dimulai Hilda dengan menghabiskan anggaran sekitar Rp 500 ribu, saat ini dia sudah mempekerjakan setidaknya 15 orang emak-emak di kampungnya, bahkan masih banyak emak-emak yang siap bekerja disana juga.

“Saya belajar otodidak saja, sekaligus mengembangkan usaha supaya membantu ibu-ibu disini. Dari kecil saya memang suka membuat produk hasil kreasi sendiri,” kata guru honor sastra bahasa Inggris di salah satu SMPN di Rokan Hilir ini

Produk ini sebenarnya sudah dipasarkan di swalayan-swalayan, termasuk di Kota Pekanbaru. Namun, produk ini timbul tenggelam sehingga sulit untuk berkembang dan bersaing dengan merk besar lainnya.

“Sabun ini sudah dipromosikan sama dinas, tapi saya akui kualitasnya masih kurang, tapi kami terus berbenah dan belajar. Makanya, kami sangat butuh bantuan alat dan modal juga, proposal kami sudah siap,” pungkasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Riau Dapil Rokan Hilir, Husaimi Hamidi mengatakan, pihaknya akan mengkomunikasikan hal ini ke pemerintah, apalagi selama ini pemerintah berkoar ingin membangkitkan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

“Kita imbau Pemprov melalui dinas terkait harus melihat ke bawah, pemerintah kan sering membantu orang mau berusaha, ini yang sudah berusaha mestinya lebih dibantu, karena mereka sudah terarah,” tuturnya.

“Makanya, momen reses ini saya lihat langsung ke bawah, ternyata ada potensi untuk mengembangkan ekonomi masyarakat, ini harus dibantu,” tegas Ketua Komisi III DPRD Riau ini.

banner 970x250