SELATPANJANG – Kegiatan berbagi yang dilakukan oleh sejumlah pemuda di Selatpanjang kini telah genap setahun (2020-2021). Upaya meringankan beban kepada sesama adalah bentuk rasa kepedulian yang cukup tinggi itu dengan menyalurkan sembilan bahan pokok (sembako) kepada masyarakat.
Nolly Sugiharto, salah seorang dari komunitas pemuda tersebut mengaku kegiatan itu berawal dari wabah virus Corona atau Covid-19 bermula di Indonesia, khususnya di Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.
“Alhamdulillah kegiatan kami genap setahun, kegiatan berbagi ini awalnya adalah bentuk kepedulian terhadap sesama kita yang sangat membutuhkan,” kata Nolly Minggu (28/3/2021).
Lebih jauh diceritakannya, pada waktu itu, pemerintah telah menetapkan status darurat Covid 19, dikarenakan munculnya virus tersebut sehingga hal itu banyak masyarakat yang enggan keluar rumah, imbauan pemerintah kepada masyarakat pun untuk tidak keluar rumah agar mengantisipasi virus tersebut yang berdampak terhambatnya pekerjaan khususnya para kepala keluarga, sudah tentu penghasilan untuk menafkahi keluarga terbatas.
“Lalu atas inisiasi bersama, saat itu terkumpul uang tunai lebih kurang 3 juta rupiah, kemudian kami kemas dalam bentuk paket sembako lebih kurang 250 paket, yang kami salurkan kepada masyarakat kita dengan prioritas tingkat ekonomi menengah kebawah,” ucap pemuda bertubuh tinggi itu.
Kemudian sebut Noli lagi, butuh dua hari penyaluran sembako tersebut, lalu dengan berjalannya waktu, ia dan kawan-kawan tetap melaksanakan kegiatan berbagi ini dengan mengubah hari pembagian menjadi hari Jumat, dan itu rutin setiap minggunya.
“Lalu saya dan kawan-kawan menyepakati kegiatan tersebut tetap dijalankan dan kami namai ‘Jumat sedekah’, tak terasa setahun sudah perjalanan kami menyapa warga masyarakat dengan bantuan sebisa kami,” tuturnya.
Menurut Nolly yang dikenal ramah itu, dalam upaya membantu kepada sesama tidak semestinya harus menunggu kaya, sebesar dan sesusah apa pun sebuah pekerjaan jika dilakukan dengan secara gotong royong dan bersama-sama akan terasa mudah dan ringan, asal saja kemauan dan niat yang tulus ikhlas, selain ia dan kawan-kawannya menyisihkan rezeki mereka masing-masing, kegiatan itu juga tak lepas dari donatur-donatur yang setia.
“Suka duka perjalanan selama setahun ini adalah bentuk komitmen kepedulian kami terhadap sesama, semoga kita bisa terus berjalan hingga pada waktu 2 tahun, 3 tahun dan bertahun tahun kedepannya, agar kita senantiasa rendah hati, dan mengasah peduli dengan berbagi,” imbuhnya pria yang mudah tersenyum itu.
Diantara rekan-rekannya yang selalu setia dan turut andil dalam bahu-membahu yakni, Adi, Angga, Syaf, Edo, David, Ari, Sefta, Kiki dan-lain-lain, diakuinya selama berjalan genap setahun yang setiap minggunya untuk wilayah Kecamatan Tebingtinggi rampung 95 persen.
“Target kami, akan masuk di kecamatan-kecamatan lainnya untuk melakukan kegiatan yang sama InshaAllah,” bebernya.
Ia dan kawan-kawan juga mohon doa dari masyarakat agar senantiasa sehat, kompak, solid dan murah rezeki agar ia dan kawan-kawan bisa berbuat dalam skala besar lagi.
Terakhir, ia tak lupa mengucapkan rasa terimakasihnya kepada seluruh donatur yang ikut berpartisipasi dari awal mulai berjalan kegiatan hingga saat ini.
“Semoga Allah SWT senantiasa membalas yang telah ikhlas bersedekah dengan segala kebaikan saat ini dan kedepan nantinya,” ungkapnya.










