Tak Terima Ditagih Utang, Oknum Pegawai Lapas Selatpanjang Malah ‘Aniaya’ Karyawan Laundry

banner 468x60

SELATPANJANG – Tak terima ketika ditagih utang disaat mengambil pakaian, seorang oknum petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Selatpanjang malah menganiaya dengan menunjal kepala (menunjuk dan menyentuh dengan jari) karyawan Laundry di Jalan Alahair, Jumat (26/3/2021) sore kemarin.

Oknum pegawai Lapas tersebut merupakan seorang wanita berinisial DN yang baru beberapa bulan bertugas sebagai keamanan dan pembina narapidana di Lapas Selatpanjang. Sementara itu korban berinisial MPA warga Jalan Rintis, Selatpanjang yang merupakan karyawan Laundry tersebut.

banner 400x400

Kepada wartawan, MPA menceritakan awal kejadian bermula saat DN mengambil pakaian di Laundry tersebut. Namun MPA mengingatkan kepada DN jika ingin mengambil pakaian tersebut jangan semuanya, mengingat masih ada hutang yang belum dilunasi.

“Ketika itu DN ingin mengambil pakaian di laundry dan hanya membayar sebesar Rp100 ribu saja sementara hutangnya yang lama sudah menumpuk, ketika saya bilang begitu dia tak terima malah menunjal kepala saya dengan keras,” ungkapnya.

MPA mengaku meskipun sudah berdamai, pihak keluarga masih belum terima atas kejadian ini.

“Orang tua dan paman saya tidak terima kalau saya diperlakukan seperti itu, lagi pula saya disuruh berdamai saja karena atasan DN datang di kantor Polsek dan juga saya tidak didampingi orang tua atau keluarga disaat proses perdamaian itu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Selatpanjang, Khairul Bahri Siregar SH, membenarkan kejadian tersebut dan menginformasikan jika kedua belah pihak sudah berdamai.

“Sudah kita ambil langkah-langkah untuk penyelesaian masalahnya, yaitu langsung komunikasi dengan pihak keluarga dan juga karyawan laundry yang diduga mengalami penganiayaan, telah melakukan perdamaian pada polsek kota (Polsek Tebingtinggi) untuk penyelesaian secara hukum,” ungkap KB Siregar, Minggu (28/3/2021).

Ditambahkan Khairul pihaknya pun tidak menyangka akan terjadi hal seperti itu dan itu berada diluar kontrol kepemimpinannya.

“Saya selaku pembina Lapas ini bukan hanya untuk yang bersangkutan tapi untuk seluruh petugas yang ada cukup sudah berusaha semaksimal mungkin tapi jika ada hal-hal yang menyimpang diluar dugaan kami seperti ini kami atas nama instansi minta maaf,” kata Khairul.

Terhadap oknum pegawai tersebut, Khairul berjanji akan memberikan teguran tegas dan pembinaan.

“Akan segera kita tindak lanjuti melalui mekanisme yang telah ditetapkan, yaitu melalui proses BAP, untuk mengetahui permasalahan-permasalahan yang terjadi,” pungkasnya.

banner 970x250