Stadion di Teluk Belitung ‘Disulap’ Jadi Kebun Cabai

banner 468x60

SELATPANJANG – Setelah bertahun-tahun lamanya tidak digunakan untuk bertanding, stadion mini di Kelurahan Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau dialihfungsikan. Stadion tersebut dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk menanam cabai dan berbagai macam sayuran.

Dari informasi yang dirangkum GoRiau.com, kebun cabai tersebut dibuat dengan rapi di tengah hamparan lapangan. Kemudian, gundukan tanah yang telah dicangkul dan sudah ditutupi dengan terpal dan siap ditanami.

banner 400x400

Stadion yang dibangun pada zaman Bengkalis dan menjadi salah satu aset milik pemerintah kabupaten Kepulauan Meranti itu tak lagi dipakai. Stadion yang sempat dijadikan sebagai arena latihan dan menghelat laga persahabatan antar klub tersebut sudah sangat lama tidak digunakan. Akibatnya, warga sekitar akhirnya memanfaatkan lahan di bagian lapangan untuk bercocok tanam.

Beberapa fasilitas stadion juga tampak tak terawat. Deretan tempat duduk penonton dipenuhi lumut. Rumput di tengah stadion juga tampak tak terurus.

Camat Merbau, Abdul Hamid mengaku sudah mengetahui ada warga yang berkebun di stadion tersebut.

“Kemaren ada warga yang ingin bercocok tanam disana dan sudah minta izin ke pihak kelurahan dan kecamatan. Saya sudah memberikan izin terhadap hal itu untuk mengolah lahan stadion dan perkantoran yang tidak terpakai dan terawat. Itu lebih baik daripada dibiarkan semak, namun kita mengingatkan yang ditanamkan hanya tanaman yang tidak keras seperti sayur dan cabai,” ujar Abdul Hamid.

Dia mengatakan stadion tersebut sudah sangat lama tidak digunakan sehingga kerap dijadikan sebagai tempat maksiat.

“Stadion ini sudah sangat lama tidak digunakan, dan jika dimanfaatkan sebagai kebun itu lebih bagus daripada selama ini lokasi itu dijadikan sebagai tempat maksiat anak muda,” ujar Abdul Hamid.

Sementara itu penggiat sepakbola Kepulauan Meranti, Wira Hardani menyayangkan kondisi tersebut. Bagaimana mungkin, stadion yang berfungsi sebagai tempat berolahraga bisa sampai dijadikan kebun.

Kondisi itu disinyalir merupakan dampak dari setelah tak ada lagi aktivitas sepak bola di stadion tersebut. Mantan pemain PSPS itu mendesak agar segera dilakukan kongres PSSI di tingkat kabupaten, sehingga dengan begitu kompetisi berjenjang antar desa di kecamatan bisa terlaksana dan rutin dilaksanakan.

“Sangat sayang itu kan fasilitas olahraga bukan pertanian. Kalau mau berbuat sepakbola kita bisa hidup, saya rasa di kampung-kampung punya semangat tinggi untuk menghidupkan sepak bola ini, tinggal mengemasnya lagi seperti apa,” ungkap Wira yang saat ini sedang fokus memberikan pelatihan kepada atlet sepakbola Kabupaten Siak.

banner 970x250