Dinas Perikanan Pelalawan Ungkap Hasil Uji Lab Ikan Diduga Tercemar Limbah, Ini Hasilnya

banner 468x60

PANGKALAN KERINCI –Dinas Perikanan Kelautan Kabupaten Pelalawan, Riau memaparkan hasil pemeriksaan laboratorium, terkait sampel ikan dari Sungai Kampar, Desa Sering, Kecamatan Pelalawan yang diduga tercemar oleh limbah PT RAPP.

Sampel ikan dan udang tersebut diambil oleh Tim Dinas Perikanan di sejumlah titik di Sungai Kampar pada 24 Maret 2021 dan dianalisis di laboratorium UNRI Pekanbaru.

banner 400x400

“Hasil analisa laboratorium dari 13 ekor ikan yang diterima, 12 ekor ikan sudah membusuk dan tidak layak dianalisis. Jadi yang dianalisis adalah ikan dan udang yang masih hidup,” terang Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pelalawan, H Tengku Nahar, Selasa (20/4/2021) kemarin.

Dalam pertemuan tindak lanjut dugaan pencemaran Sungai Kampar oleh limbah PT RAPP ini, dipimpin Ketua Komisi II DPRD Pelalawan Abdul Nasib dihadiri Ketua DPRD Baharudin, DLHK Riau, DLH Pelalawan dan management PT RAPP.

“Dari analisis kondisi tubuh ikan, tidak terdapat luka, mata jernih, perut tidak bengkak, lendir sedikit, sirip ekor normal,” ungkapnya.

Selain itu, papar T Nahar, tidak terdapat adanya bercak pendarahan pada tubuh ikan, begitu juga insang yang masih normal. “Tidak terdapat parasit, organ dalam tubuh ikan seperti jantung, usus dan organ dalam lainnya normal,” bebernya.

Kemudian, kondisi sirip dan ekor normal. Lendir pada tubuh ikan sediki, warna tubuh cerah dan masih sehat, bau normal dan anus juga masih normal.

“Kondisi udang juga normal, alat gerak lengkap, tidak ada yang patah ataupun luka,” imbuh T Nahar.

Secara keseluruhan hasil uji laboratorium yang disampaikan oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pelalawan, hasilnya baik.

banner 970x250