Poso – Puluhan Warga Poso, Provinsi Sulawesi Tengah yang tergabung dalam perwakilan masyarakat Kampai Tampo Lore menulis surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo. Surat tersebut disampaikan melalui Gedung DPRD Poso, Senin (17/5/2021).
Ketua Perwakilan Warga Kecamatan Lore Sahir Sampeali membacakan surat terbuka kepada Presiden Jokowi tersebut. Ia meminta agar segera turun tangan dan hadir di Poso sehingga teror dari sisa kelompok DPO Teroris pimpinan Ali Kalora yang berjumlah sembilan orang segera berakhir.
Menurutnya, selama kurun waktu 22 tahun pelaksanaan Operasi Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso oleh Polri, justru tidak memberikan rasa aman terhadap warga khususnya petani tapi bahkan korban dari warga sipil semakin bertambah sehingga jaminan keamanan warga jauh dari harapan.
Dalam kesempatan tersebut, Sahir sampaikan lima poin isi tuntutan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo antara lain meminta Presiden untuk hadir di tanah Poso sebagai konsekuensi perlindungan warga poso, Meminta Presiden sebagai panglima tertinggi untuk segera menuntaskan masalah keamanan dan meminta Presiden untuk memberikan jaminan sosial dan santunan duka kepada para keluarga korban tragedi kemanusiaan oleh teroris di Poso.
Sementara itu ketua DPRD Kabupaten Poso Sesi KD Mapeda yang menerima langsung aspirasi tersebut berjanji akan menindak lanjuti dan meneruskan surat terbuka tersebut kepada Presiden RI Joko Widodo dan berharap dengan adanya surat tersebut penuntasan DPO Kelompok Ali Kalora di Poso segera selesai.
Sebelum membubarkan diri para perwakilan warga lore tersebut mengancam akan berangkat langsung ke Jakarta jika dalam waktu dekat, aspirasi yang mereka sampaikan tidak direspon atau tidak ada kejelasan.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan penyerahan dokumentasi lampiran surat terbuka dari perwakilan warga Lore ke DPRD Poso yang diterima langsung oleh Ketua DPRD Poso disaksikan para anggota dprd lainnya.










