Diduga Tipu Investasi Pupuk dan MBG, Kerugian Korban di Pelalawan Rp2 Miliar

banner 468x60

Inforiau.ID, PELALAWAN – Dugaan penipuan bermodus investasi pengadaan pupuk dan renovasi Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian masyarakat Kabupaten Pelalawan. Seorang pria berinisial M.A., yang diketahui merupakan ketua pemuda di salah satu kelurahan di Kecamatan Bunut, dilaporkan oleh sejumlah warga yang mengaku mengalami kerugian setelah menyetorkan dana dengan iming-iming keuntungan dalam waktu singkat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sedikitnya 20 orang mengaku menjadi korban dalam dugaan investasi tersebut. Total kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp2 miliar, dengan nilai investasi yang bervariasi mulai dari belasan juta hingga ratusan juta rupiah.

banner 338x250

Salah seorang korban berinisial M.R.A. telah menempuh jalur hukum dengan membuat laporan pengaduan ke Polres Pelalawan pada 30 Juli 2026 atas dugaan tindak pidana penipuan.

Dalam laporan pengaduannya, M.R.A. menjelaskan bahwa pada 20 Juli 2026 dirinya dihubungi oleh M.A. yang menawarkan kerja sama investasi pengadaan pupuk. Terlapor disebut menyampaikan bahwa pupuk tersebut akan dipasarkan kepada sebuah perusahaan, dengan janji keuntungan sebesar Rp10 juta apabila korban menanamkan modal Rp50 juta.

Tak lama berselang, M.A. kembali menawarkan investasi pengadaan barang untuk renovasi Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam penawaran itu, korban diminta menambah modal sebesar Rp57 juta dengan iming-iming keuntungan Rp15 juta.

Korban mengaku mempercayai penawaran tersebut karena sebelumnya telah beberapa kali bekerja sama dengan terlapor dalam pengadaan pupuk dan seluruh transaksi berjalan lancar.

Atas dasar kepercayaan tersebut, pada 21 Juli 2026 korban mentransfer dana secara bertahap hingga total uang yang diterima terlapor mencapai Rp90 juta.

Namun hingga waktu yang dijanjikan, korban mengaku belum menerima pengembalian modal maupun keuntungan. Terlapor disebut beberapa kali memberikan alasan, mulai dari pembayaran perusahaan yang belum cair hingga adanya perubahan sistem akibat pergantian pimpinan pada program MBG.

Dalam laporannya, korban juga menyebut bahwa setelah beberapa hari komunikasi dengan M.A. terputus dan keberadaannya sulit diketahui. Merasa dirugikan, korban akhirnya melaporkan perkara tersebut kepada pihak kepolisian.

Kasus serupa juga diklaim dialami sejumlah warga lainnya. Salah seorang korban yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan para korban kini tengah mengumpulkan bukti transfer dan dokumen pendukung untuk dilaporkan secara bersama-sama kepada aparat penegak hukum.

«”Korbannya lebih dari 20 orang. Nilai kerugiannya diperkirakan mencapai Rp2 miliar. Kami berharap polisi segera mengusut tuntas perkara ini,” ujarnya.»

Data yang dihimpun redaksi menunjukkan sedikitnya 13 orang telah menyerahkan bukti transfer beserta kronologi kejadian. Nilai investasi yang disetorkan masing-masing korban bervariasi, mulai dari Rp15 juta hingga Rp240 juta. Total kerugian diperkirakan masih dapat bertambah apabila korban lainnya turut membuat laporan.

Para korban berharap penyidik segera menindaklanjuti laporan tersebut, termasuk menelusuri aliran dana dan mengungkap fakta di balik dugaan investasi berkedok pengadaan pupuk serta renovasi Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, M.A. belum memberikan keterangan maupun klarifikasi terkait tuduhan yang disampaikan para pelapor. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan guna memperoleh penjelasan dari yang bersangkutan. Apabila yang bersangkutan memberikan tanggapan, redaksi akan memuatnya sebagai bagian dari keberimbangan pemberitaan.

banner 970x250