Inforiau.ID, PEKANBARU – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Riau, Erisman Yahya, menyampaikan tiga pesan penting kepada pengurus Federasi Serikat Pekerja Kependidikan Seluruh Indonesia (FSPKSI) Riau periode 2026–2031 yang baru dilantik.
Ketiga pesan tersebut mencakup peningkatan kesejahteraan dan perlindungan pekerja, penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Hal itu disampaikan Erisman saat menghadiri pelantikan pengurus FSPKSI Riau di Hotel Ayola Pekanbaru, Sabtu (31/10/2026).
Erisman menegaskan, serikat pekerja memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis, berkeadilan, dan mendukung kesejahteraan pekerja.
Menurutnya, serikat pekerja tidak hanya bertugas memperjuangkan hak anggota, tetapi juga diharapkan mampu membangun komunikasi yang konstruktif antara pekerja, dunia usaha, dan pemerintah.
Untuk memperkuat hubungan industrial, Pemprov Riau telah membentuk Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit dan Dewan Pengupahan Provinsi Riau periode 2026–2029 pada Agustus lalu.
“Melalui kedua lembaga itu, berbagai persoalan ketenagakerjaan diharapkan dapat dibahas secara terbuka dengan mempertimbangkan kepentingan seluruh pihak. Dengan demikian, penyelesaian persoalan dapat dilakukan secara proporsional, sekaligus menjaga keseimbangan antara perlindungan pekerja, keberlangsungan dunia usaha, dan kepentingan pembangunan daerah,” ujar Erisman.
Selain itu, Pemprov Riau terus mendorong perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, termasuk bagi pekerja rentan melalui program Perlindungan Universal Tenaga Kerja (Pulut Ketan).
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Riau 2025–2029, pemerintah menargetkan 85 persen pekerja di Riau terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan pada 2029.
“Sehubungan dengan itu, kami berharap FSPKSI turut mengambil peran dalam mendorong para pendidik dan tenaga kependidikan, khususnya mereka yang belum memiliki perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, agar memperoleh hak perlindungan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” sebut Erisman.
Ia menjelaskan, pendidik dan tenaga kependidikan memiliki peran penting dalam pembangunan SDM. Karena itu, perlindungan terhadap risiko pekerjaan dan peningkatan kesejahteraan harus menjadi perhatian bersama.
Erisman juga meminta FSPKSI turut mendorong peningkatan kompetensi dan profesionalisme tenaga pendidik guna mendukung kualitas pendidikan di Riau.
“Tidak hanya berfokus pada perlindungan dan kesejahteraan anggota, organisasi serikat pekerja juga diharapkan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Penguatan kompetensi, kapasitas, dan profesionalisme pekerja menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan serta pembangunan sumber daya manusia di Provinsi Riau,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Erisman turut mengajak pengurus FSPKSI Riau berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan, khususnya dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ajakan itu disampaikan mengingat perekonomian Riau memiliki ketergantungan besar terhadap sektor yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya alam.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut, sektor pertanian, perikanan, kehutanan, serta pertambangan dan penggalian menyumbang 46,85 persen terhadap perekonomian Riau pada triwulan II 2026.
Sementara itu, industri pengolahan berkontribusi sebesar 27,88 persen. Secara keseluruhan, kelompok sektor tersebut menopang 74,73 persen perekonomian Riau.
Menurut Erisman, besarnya kontribusi tersebut menunjukkan bahwa kelestarian lingkungan berkaitan erat dengan keberlangsungan dunia usaha, lapangan pekerjaan, dan sumber penghidupan masyarakat.
Karena itu, serikat pekerja diharapkan dapat mengajak anggotanya menjaga lingkungan, baik di tempat kerja maupun di lingkungan tempat tinggal.
“Upaya ini bisa dilakukan dengan tidak membuka lahan melalui pembakaran serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan indikasi atau potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” ungkap Erisman.
Khusus bagi FSPKSI, ia berharap kesadaran menjaga lingkungan dapat ditanamkan melalui peran pendidik dan tenaga kependidikan kepada peserta didik sejak dini.
Erisman menambahkan, Pemprov Riau berkomitmen terus membuka ruang kerja sama dengan serikat pekerja dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat perlindungan tenaga kerja, meningkatkan kualitas pendidikan, serta mendukung pembangunan daerah.
“Sinergi diharapkan mampu memperkuat perlindungan pekerja, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mendorong kemajuan pendidikan, serta menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan,” tandasnya.










