oleh

Ducati Sebut Tindakan MotoGP Tidak Sopan

BOLOGNA – Ducati menilai keputusan akhir tentang masa pengujian yang dibuat MotoGP sangatlah tidak sopan. Ducati harus melakukan tugas tambahan dengan mengubah waktu tes dengan jadwal baru akibat adanya perubahan yang dilakukan MotoGP.

Sebelumnya MotoGP telah mengumumkan pada Oktober, bahwa pada musim 2018 hanya akan ada tiga dari lima tes yang dialokasikan untuk pembalap. Selain itu tes rider hanya diizinkan untuk melakukan tes pada tiga tempat yang telah ditunjuk.

banner 300x250

“Pada dasarnya Ducati setuju dengan idenya. Apa yang tidak kami setujui adalah keputusan yang diambil satu bulan sebelum dimulainya musim baru,” tegas Paulo Ciabatti selaku Direktur olahraga Ducati, sebagaimana dilansir Autosport, Senin (1/1/2018).

“Kami berpikir hal itu tidak menghormati perusahaan yang telah merencanakan kegiatan pengujian dan juga pengalokasian motor antara tim pabrik dan tim satelit. Kami menentang perubahan yang diputuskan di Jepang ketika musim baru akan dimulai setelah satu bulan,” sambungnya.

Baca Juga:

(Felipe Massa: Michael Schumacher adalah Guru Saya)

Ducati mengatakan pihaknya harus membuat perubahan akhir pada rencana pengujiannya sebagai hasil dari peraturan baru. Menurut manajer umum Ducati, Gigi Dall’Igna, Jorge Lorenzo dan Andrea Dovizioso dikirim ke Jerez pada November 2017 yang bukan menjadi rencana semula timnya.

“Saya pikir peraturan baru itu benar-benar masuk akal. Saya setuju dengan prinsip peraturan, tapi saya tidak setuju dengan bagaimana peraturan ini akan dilaksanakan. Mengenai waktu, saya benar-benar menentangnya, karena kami merencanakan semua tes pada musim depan. pada November kami merencanakan bagaimana dan kapan pembalap harus menguji motor baru tersebut,” ujar Dall’Igna.

“Awalnya Dovi dan Lorenzo harus menguji motor baru mereka di Valencia dalam tes usai balapan. Sementara Danilo Petrucci dan Michele Pirro harus melakukan tes di Jerez pada akhir November. Sekarang kami harus mengubah ini sepenuhnya karena Jerez bukanlah lintasan tes kami lagi.

(lsk)