oleh

Takut Cambuk, Mucikari Ayam Kampus di Aceh Sempat Ingin Berhenti

BANDA ACEH – MRS (28) alias Andre, seorang mucikari yang dibekuk Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh beberapa waktu lalu atas perbuatannya melakukan praktik prostitusi online sempat ingin berhenti dari pekerjaannya sebagai ”papi”. Hal itu terfikir di benak Andre setelah melihat pelaku prostitusi yang ditangkap dan dicambuk sebelum dirinya di Aceh.

Andre, dibekuk polisi sekaligus bersama tujuh ”ayam kampus” yang mayoritas masih menyandang status mahasiswa, yakni Ayu (28), CA (24), RM (23), DS (24), RR (21), IZ (23), dan MJ (23). Semua wanita yang diduga pekerja seks komersial (PSK) itu merupakan warga Aceh, sedangkan Andre mahasiswa asal Sumatera Utara.

banner 300x250

Mucikari alias Papi dan PSK yang Ditangkap di Polresta Banda Aceh (foto: Khalis/Okezone)

(Baca Juga: Bongkar Prostitusi Online di Aceh, Polisi Tangkap 7 Wanita Muda dan Seorang ‘Papi’)

“Nyesal sih nyesal, bahkan semenjak ada penangkapan (prostitusi) sebelum saya waktu itu, rasa pengen berhenti sudah ada. Tetapi ya karena tergiur dengan duit. Untuk penghasilan saya sendiri tergantung orderan tidak pernah saya hitung. Kalau orderan banyak, ya banyak juga penghasilan untuk saya,” kata Andre kepada wartawan di Markas Polresta Kota Banda Aceh, Senin (26/3/2018).

Pekerjaan sebagai ”papi” dari para wanita yang diduga PSK, telah dijalani Andre sejak dua tahun yang lalu. Dirinya bercerita, selama menjalani bisnis prostitusi, Andre mengakui tidak pernah berkumpul atau mangkal dengan para ”ayam kampus” yang dirinya sediakan tersebut.

Andre menjelaskan, hubungan mereka hanya terjalin melalui selular. Dan semua pelanggan yang pernah memesan ”ayam kampus” kepada dirinya merupakan orang yang kenal dengannya.

“Seperti ada yang telpon minta wanita, terus saya tanya dari mana dapat nomor saya. Kalau mereka bilang dari orang ini, misalnya, ya saya layani dan saya tidak curiga. Tetapi kalau ada yang telpon ngomongnya ngaur itu tidak saya layani,” jelas Andre.

Bahkan, menurut Andre, para wanita penghibur di Aceh masih banyak berkeliaran. Walaupun tertangkap polisi, namun jaringan dirinya dalam prostitusi online di Aceh tersebut masih ada.

“Masih banyak bang, walaupun ada yang sudah tertangkap tetapi jarangan ini masih ada,” cetusnya.

Mucikari alias Papi dan PSK yang Ditangkap di Polresta Banda Aceh (foto: Khalis/Okezone)

(Baca Juga: Dibanderol Rp2 Juta, “Ayam Kampus” di Aceh Paling Disukai Kalangan Pejabat)

Selama ini, kata Andre, para pelanggan dan ”ayam kampus” yang dipesan kepada dirinya diboyong ke hotel-hotel yang ada di Banda Aceh, bahkan juga kerap dibawa keluar Aceh, semua itu tergantung dari permintaan pelanggan. Semua biaya hotel yang digunakan itu dibayar oleh pelanggan, hingga hotel berbintang lima.

“Dengan pihak hotel tidak ada kerjasama, tidak ada proses lobi di sana hanya masuk-masuk saja. Yang jelas saya tidak pernah join sama orang (hotel) itu,” pungkasnya.

(fid)